secret room of an angel

Twins Not Always Same

Tittle : Twins Not Always Same

Author : Sung Je Mi a.k.a devilygusiltapitakutamadosa

Lenghth : Oneshoot

Genre : AU, Romance, Friendship,

Main Cast :

Park Hyorin~ OC’s

Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk~ Super Junior

Lee Donghae~ Super Junior

Park Hyerin~ OC’s

Rating : Teenager

Author POV

BRAK!!! “Jangan macam-macam denganku” seorang yeoja sedang menghajar seorang namja yang berani menyentuh tangannya. “Mianhae” kata namja itu sambil memegangi perutnya yang memar dan pergi meninggalkan yeoja itu. “Dasar namja lemah”.

“Eh, udah denger belum kalau Hyo Rin menghajar Joon sunbaenim kita cuma gara-gara Joon sunbae megang tangannya?” Raemi mulai bergosip. “Jinja?,kelakuannya itu berlebihan ya!!” “Iya, dia sangat berbeda dengan kembarannya” “Kembarannya itukan sifatnya ramah, baik, dan yang paling penting tidak brutal” “Sungguh kelakuan mereka bertolak belakang, walaupun nilai Hye Rin tidak sebagus nilai Hyo Rin tapi kelakuannya lebih baik”

Hyo Rin POV

Aku mulai memasuki apartementku. Hari ini hari yang membosankan, sama seperti hari-hari biasannya. Kenapa semua orang membandingkanku pada Hye Rin? Walaupun kami kembar tidak pasti sifat kami harus sama kan? Sampai-sampai ommapun lebih menyayangi Hye Rin daripada aku!! Aku jadi mengingat appa?

Flashback

“Omma, sakit!!” jeritku “Kenapa kau selalu tidak mau membantu adikmu dalam mengerjakan PR hah” kata omma sambil terus memukulku. “Tapi, omma aku juga mempunyai tugas sendiri!!” “Hah, jangan banyak alasan” aku lihat Hye Rin tersenyum puas melihatku dipukuli oleh omma.

“Cukup” teriak appaku “Sudah cukup kau menyiksa Hyo Rin. Walau bagaimanapun dia adalah anakmu juga” sambungnya lagi. “Jangan bela dia terus, dia harus diberi hukuman” “Ayo Hyo Rin kita ke kamar saja jangan kau masukkan omongan ommamu itu dalam hati” “Ne appa”

“Hyo Rin kalau appa sudah tidak ada kamu harus bisa jaga dirimu ya!!” “Appa jangan berkata seperti itu?” “Kau harus menjadi yeoja yang cerdas agar bisa meneruskan perusahaan appamu ya!!” “Pasti appa”

Flashback end

Appa aku sangat merindukanmu. Kenapa kau pergi begitu cepat? Omma tidak menyayangi diriku Appa. Hanya kau yang mengerti dan menyayangiku.

Esok harinya…

Aku berjalan santai, sambil membaca buku dan mendengarkan lagu. Tanpa memperhatikan keadaan sekitarku. Tak lama kemudian aku sampai di kelasku. Aku melihat Hye Rin menungguku di mejaku. “Ada urusan apa kau?” tanyaku dingin. “Aku hanya ingin melihat-lihat saja” jawabnya dengan nada sedikit meremehkan. “Kalau tidak ada urusan cepat pergi dari hadapanku sekarang” kataku dengan nada tinggi. Karena ketakutan Hye Rin segera pergi kembali kekelasnya. Semua mata melihat kearahku dengan tatapan –yeoja ini galak sekali- aku membalas mereka dengan tatapan evilku dan kembali ke aktivitasku.

Hyo Rin POV

“Aaaaaaaa” para yeoja di kantin berteriak-teriak tidak jelas. Hanya aku yang tidak berteriak. Aku merasa terganggu dengan teriakkan-teriakkan itu. Bagiku, mereka itu cuma sekelompok namja yang bisanya hanya berkelahi.Aku memakai headphoneku agar suara para yeoja itu tidak terdengar lagi. Aku sangat suka mendengarkan lagu lewat headphoneku ini. Saat aku sedang asyik makan bulgogiku ada sekelompok namja yang mendatangiku. Salah satu dari mereka melepas headphoneku. “YA, Apa yang kau lakukan?” teriakku “Bisakah kau pindah dari sini?” “Enak saja kau menyuruhku. Apa kau mau aku beri?” “YA!! Aku ini kan sunbaemu jadi tolong jaga sikapmu itu” “Ne” jawabku singkat dan menyiramkan minumanku ke wajah namja itu lalu pergi meninggalkannya.

Eunhyuk POV

“YA, hoobae gila” teriakku pada seorang hoobae. Dia hanya membalas teriakkanku itu dengan lambaian. Itupun tanpa berbalik. “Huh, siapa hoobae itu?” tanyaku kesal. “Dia?” Donghae menunjuk ke arah yeoja tadi. “Ya iyalah siapa lagi?” “Dia, Hyo Rin. Anak kelas 11-A” “Oh, tenyata dia yang namanya Hyo Rin?” Heechul mulai bersuara “Kudengar dia mempunyai kembaran ya?” Sungmin mulai menceritakan informasi yang didengarnya “Masa’ anak kayak gitu punya kembaran?” Aku meragukan informasi Sungmin “Aku tidak percaya!” aku masih tidak yakin “Iya loh hyung informasi dari Sungmin hyung itu benar” Ryeowook mulai ikut bicara “Bagaimana kau tahu?” “Hye Rin kembarannya Hyo Rin kan sekelas denganku”.

“Eh, lihat tuh!!” Siwon menunjuk-nunjuk seorang yeoja yang wajahnya persis dengan Hyo Rin tetapi bedanya bajunya lebih rapi dan dandanannya seperti yeoja-yeoja pada umumya. “Nah, itu Hye Rin. Hye Rin sini” Ryeowook berteriak-teriak memanggil-manggil seseorang. Tak lama kemudian yeoja yang wajahnya mirip Hyo Rin datang ke meja kami. “Oh, wookie ada apa?” tanyanya dengan sopan “Ayo gabung dengan kami” kata Ryeowook lagi. “Annyeonghaseyo oppa. Park Hye Rin imnida” yeoja itu memperkenalkan dirinya dengan sopan “Apa benar kau kembarannya Hyo Rin?” aku mulai mengintrogasi yeoja di depanku ini. “Ne itu benar oppa” dia menjawab pertanyaanku sambil tersenyum “Tapi, kenapa kelakuan kalian sangat berbeda? Lihat tuh Hyuk tadi habis disiram minuman sama kembaranmu itu” Leeteuk juga ikut-ikutan “Oh, dia seperti itu semenjak appa meninggal. Aku sedikit tidak suka dengan dia” “Loh kenapa?” Sungmin juga tidak mengerti dengan kata-kata Hye Rin “Iya, dari dulu dia selalu mendapat perhatian lebih dari appa” Aku mulai mengerti dengan cerita Hye Rin “Jadi kalau kau bertengkar tidak ada yang membelamu dong” canda Leeteuk “Kami jarang bertengkar kalaupun bertengkar dia selalu mengalah. Walaupun aku tidak mendapat kasih sayang dari appa, tapi aku masih punya omma” “Sudah dulu ya oppa. Aku mau kembali ke kelas”

Hyo Rin POV

Hari ini, seperti biasa setelah pulang sekolah aku langsung ke apartement. Setelah ganti baju aku merasa sangat bosan. Aku memutuskan untuk pergi berjalan-jalan. Aku pergi ke supermarket untuk membeli beberapa roti. Saat aku sedang asyik memilih-milih roti ada sesuatu yang menabrakku hingga terjatuh.

“Aiisshh” “KAU?” teriak namja yang menabrakku. Aku malas mendengar celotehannya. Lagi pula aku sudah impas dengannya. Aku menyiramnya dengan air dan sekarang dia menabrakku. Aku mengambil beberapa roti dan segera pergi ke kasir. Saat aku menyebrang ke taman dekat supermarket ada motor yang hampir menabrakku. “YA, Kau berhenti” teriakku dia membuka helmnya “Mau sampai kapan kau mau membuatku meninggal huh?” kataku dengan lantang. “Sampai kau benar-benar meninggal” katanya dan melaju motornya lagi. Pria itu bernama Choi Minho dia dibayar oleh oemmaku untuk membunuhku.

“Aisshh!! Kenapa musuhku ini banyak sekali?” teriakku kesal. Aku melanjutkan perjalananku menuju taman. Uhuk!! aku terbatuk dan melihat ditanganku ada darah. “OMO!!! Ada apa lagi ini?” “Ah, sebaiknya aku pergi ke dokter” Aku menelepon supir appaku dulu untuk mengantarku ke dokter.

@SEOUL Hospital

“Anda terkena penyakit leukimia” “Apa?” aku tidak percaya. “Apakah ada keluarga anda yang mengidap penyakit seperti anda?” “Oh, ne ahjussi. Appaku menderita penyakit ini juga” “Kalau begitu kau harus rajin chek up dan meminum obat ini mulai dari sekarang” kata dokter itu sambil menyodorkan beberapa obat padaku “Gomawo ahjussi” tubuhku sekarang terasa sangat lemas. ‘Appa sebentar lagi aku akan menyusulmu’ gumamku dalam hati.

@Apartement Hyo Rin

Sebaiknya aku segera meminum obat dari dokter tadi dan segera tidur. Aku merasa tubuhku semakin lemah saja.

Eunhyuk POV

Esok harinya…..

Aku berjalan dengan santai menuju kelasku. Tapi ada yang menabrakku. Setelah kulihat ternyata yeoja itu lagi. “Mian” katanya singkat lalu pergi begitu saja. Aku tidak terima dengan kelakuan yeoja itu tadi “YA, kau berhenti” “Omo?! Apa lagi?” tanya yeoja itu tanpa mengalihkan pendangannya dari buku yang di bacanya itu. Aku segera berjalan menghampiri yeoja itu dan menarik buku yang dibacanya dari tangannya “YA, Apa yang kau lakukan?” “Kau, dengarkan aku. Tolong bersikaplah sopan sedikit pada sunbaemu” “Shireo!! Kembalikan bukuku. Bukannya aku tadi sudah minta maaf” nampakknya dia mulai kesal “Minta maaflah dengan baik. Dan jangan menggunakan nada bicara sedingin itu” “O.K jika itu maumu.’Sunbae Mianhamida’. Sekarang kembalikan bukuku “Igeo” kataku sambil menyodorkan bukunya. Dia mengambil buku itu dari tanganku dan segera pergi.

Kringgggg!!!! Bel istirahat berbunyi

Hari ini aku ada tugas FISIKA. Songsaenim memberikan tugas mengkaji dan menyimpulkan bab yang kami pelajari kali ini. Huh, dari dulu sampai sekarang aku benci pelajaran FISIKA tapi aku ada 1 pelajaran yang paling aku benci bahkan lebih perasaan benciku terhadap mata pelajaran ini melebihi rasa benciku pada FISIKA mata pelajaran ini adalah Bahasa Inggris.

Saat sampai di perpustakaan hal yang pertama aku lakukan adalah menanyakan dimana letak buku-buku yang aku butuhkan. Dengan cepat penjaga perpustakaan mengantarku ke tempat buku-buku itu berada. “Oh, Eunhyuk-ssi. Salah satu buku yang kau butuhkan sepertinya sedang dipinjam. Padahal buku itu sangat lengkap isinya” “Kalau boleh tau siapa yang meminjam buku itu ahjumma?” “Hyo Rin anak kelas 11-A” “Apa?” “Iya, dia yang meminjamnya” “Kenapa dia bukannya itu buku untuk kelas 12” “Hahaha, dia memang suka begitu” “Aissshh. Kenapa harus dia” aku mulai frustasi dan mengacak-ngacak rambutku. “Memangnya tugasmu itu dikumpulkan kapan Eunhyuk-ssi?” “Besok” jawabku lemas “Kalau tidak salah, Hyo Rin belum keluar dari perpustakaan ini. Dia biasanya berada di pojok ruangan ini” kata ahjumma itu lalu pergi ke tempatnya yang tadi. Ternyata benar kata ahjumma tadi aku melihat Hyo Rin sedang duduk di lantai perpustakaan ini sambil membaca buku. Aku segera menghampirinya. “Hyo Rin apa kau meminjam buku FISIKA kelas 12?” “Ne. Memangnya kenapa?” “Aku membutuhkan buku itu” “Oh, igeo” dia menyodorkan buku itu padaku. “Dan bilang pada ahjumma aku tidak jadi meminjamnya” “Kenapa?” “Karena aku sudah selesai membacanya” “Hah? Bagaimana bisa?” “Sudah jangan banyak bertanya cepatlah ke ahjumma sebelum aku berubah pikiran” katanya sambil mendongakkan kepalanya menatapku dengan tatapan –cepat pergi dari sini-. “Ne”

“Ahjumma, buku ini aku pinjam ya” “Lho, kamu sudah mendapatkan buku itu?” “Ah ne, Hyo Rin sudah selesai membacanya” “Oh,Ne” “Kenapa ahjumma tidak kaget?” “Dia kan memang sering kesini sehingga aku mengetahui kebiasaannya” O aku membulatkan mulutku.

Hyo Rin POV

“Anak-anak, minggu depan kalian sudah ulangan semester 1. Jadi tolong tingkatkan belajar kalian ya. Dan kalian nanti duduk dengan sunbae kalian” Kata Shin songsaenim seteah bell pulang sekolah berbunyi.

“Kenapa harus duduk dengan sunbae sih?” gerutuku kesal dalam perjalanan. Satu-satunya orang yang mengerti aku saat disekolah adalah ahjumma penjaga perpustakaan, dia sudah aku anggap sebagai oemmaku sendiri. Dia juga sudah aku ceritakkan tentang penyakitku. Tetapi, aku meminta untuk merahasiakannya. Setelah kejadian kemarin aku menjadi sering chek up di rumah sakit. Dan dokter bilang kalau aku ingin operasi dia sudah ada pendonor sunsum tulang belakang. Tapi aku belum siap untuk operasi.

Author POV

Tak terasa hari ini ulangan semester 1 dimulai. Eunhyuk masih sering bertengkar dengan Hyo Rin. Keadaan tubuh Hyo Rin juga sudah semakin memburuk. Tetapi, itu semua bisa dikendalikannya karena dia rajin meminum obat dan chek up ke dokter.

Eunhyuk POV

Sial, hari ini ulangan sudah dimulai. Kira-kira aku duduk dengan siapa ya? Aku membaca nama-nama peserta ujian di ruanganku. “Omo?! Aku duduk dengan yeoja sialan itu!!” Aku mulai berjalan memasuki ruanganku dan melihat Hyo Rin sedang duduk di meja sambil membaca buku. Tapi setelah aku perhatikan itu bukan buku pelajaran. Aku meletakkan tasku di kursi sebelahnya. Dia nampak sedang asyik membaca bukunya itu. Aku juga sibuk dengan membaca buku FISIKA-ku karena dari kemarin sampai sekarang aku membaca buku ini tapi tidak ada yang masuk dalam otakku.

“Kau ternyata rajin sekali ya” kata yeoja disampingku dengan nada mengejek “Diam kau jangan banyak omong” kataku kesal.

Kringgg!!! Bel masuk berbunyi songsaenim mulai memasuki kelas dan soal ulangan sudah dibagi.

Semua soal dihadapanku ini ada 20 soal pilihan ganda dan 10 soal essay. Tapi yang aku bisa jawab hanya 4 soal pilihan ganda. Sial! Waktu sudah berjalan 10 menit. Kulihat Hyo Rin sedang tidur. Padahal setelah kulihat ternyata pelajarannya matematika. Apa yeoja ini sudah gila? Songsaenim mengetahui kalau Hyo Rin sedang tidur. Songsaenim itu datang ke meja kami. Aku pura-pura membaca soal. “YA, Park Hyo Rin” teriakknya. Yeoja itu terbangun dia mengucek-ngucek matanya. “Ada apa songsaenim?” tanyanya dengan wajah datar. “Kenapa kau tidur?” “Aku sudah selesai songsaenim” dia menunjukkan lembar jawabannya yang sudah penuh dengan jawaban pada songsaenim. “Oh, kalau begitu teliti lagi dan segera kumpulkan ya” “Ne songsaenim” kata yeoja itu lalu mulai meneliti jawabannya. Apa yeoja ini benar-benar sudah selesai. Bukannya kertas coret-coretannya itu masih bersih? Gumamku dalam hati.

Yeoja itu melihat ke arah kertas jawabanku. Dia menahan tawanya. “Kau kenapa cuma ada 4 soal yang baru kau jawab?” tanyanya. “Aku tidak bisa” kataku santai. Dia melirik ke kertas soalku dan mulai menulis di kertas coret-coretanku. 10 menit kemudian “Igeo” katanya aku mengrenyitkan dahiku tanda tidak mengerti “Ini jawaban dari soalmu itu. Aku kasihan padamu. Soal mudah seperti ini saja kau tidak bisa” katanya membuatku marah. “Apa yang kau katakan?” kataku sepelan mungkin. “Sudah jangan pura-pura menolak. Aku tau kau membutuhkannya” katanya lalu menuju meja guru.

“Hah, apa salahnya aku coba. Mungkin dia benar-benar ingin membantuku!” aku mulai menulis jawaban yang di tuliskan oleh Hyo Rin tadi. Toh kalau salah juga aku sering mendapat nilai yang buruk di pelajaran FISIKA jadi semuanya tidak kaget.

Hyo Rin POV

Setelah membantu sunbaeku tadi aku pergi meninggalkan kelas. Kulihat dia juga mulai menyalin jawaban yang aku tuliskan tadi. Entah kenapa aku merasa kasihan padanya karena tidak bisa mengerjakkan soal itu. Jadi aku membantunya.

Setelah keluar kelas aku pergi ke kantin karena perutku sudah sangat lapar. Aku mendengar dua orang sunbae sedang bergosip tentang nilai Eunhyuk yang selalu jelek saat ulangan. Aku tersenyum ketika mendengar percakapan mereka. Setelah cukup kenyang aku pergi ke perpustakaan.

Eunhyuk POV

Setelah selesai menyalin aku segera mengumpulkan kertas jawabanku itu ke songsaenim. Songsaenim itu tampak bingung. Karena biasanya aku menumpuk paling terakhir saat ulangan.

Kringgg!!! Bel istirahat berbunyi..

“Gimana Hyuk. Kamu kayaknya lancar mengerjakan ulanganmu tadi. Kamu kan mengumpulkan kertas jawabanmu itu sebelum aku” tanya Donghae. “Ah, itu karena aku belajar dengan keras kemarin malam” “Wah ternyata Eunhyuk sekarang rajin ya. Semoga nilaimu meningkat” kata Heechul yang tiba-tiba datang. “Iya, semoga saja” Aku sangat senang hari ini ulanganku lancar. Ternyata, ada gunanya juga duduk di samping Hyo Rin. “Hyung, kudengar kau duduk dengan Hyo Rin ya?” tanya Kyuhyun. “Ah, ne. Dia orangnya benar-benar aneh. Masa’ waktu baru berjalan 10 menit eh dia malah tidur. Dan saat songsaenim datang menghampirinya dia mengatakan kalau dia sudah selesai” “Huahahahahahaahahaha, dia memang yeoja yang kayak gitu hyung” Kyuhyun menjelaskan padaku.

Hyo Rin juga membantuku saat mengerjakan ulanganku yang kedua. Ah, ternyata dia adalah yeoja yang sangat genius. Walaupun, saat dia membantuku mengerjakan wajahnya tetap saja dingin.

“Aku pulang omma” teriakku saat sampai rumah. “Hyuk, bagaimana ulanganmu tadi? Jangan permalukan omma lagi!!” “Tenang omma, semuanya beres” aku mengacungkan dua jempolku dan berjalan menuju kamarku. Aku mencocokkan jawaban yang tadi diberikan Hyo Rin dengan buku.Ternyata jawabannya sama persis. Aku jadi sangat lega.

Author POV

Semenjak ulangan Eunhyuk mulai menyukai Hyo Rin. Padahal dulu dia sangat membencinya. Sebenarnya, Hyo Rin juga mempunyai perasaan pada Eunhyuk.Walaupun, dia masih bersikap dingin pada Eunhyuk tetapi, dia sering membantu Eunhyuk mengerjakan ulangan-ulangannya. Hari ini adalah hari terakhir ulangan.

Hyo Rin POV

Hari ini, aku merasa tubuhku semakin lemah. Aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit ini. Ternyata rasa sakit ini yang dirasakan appa. Aku jadi sangat sedih mengingatnya. Tenang appa aku akan berusaha untuk tetap hidup. Karena aku akan meneruskan perusahaanmu. Apa kau melihatku appa? Sekarang aku telah menjadi yeoja yang pintar. Bisakah kau melihatku appa? Aku melakukan semua ini untukmu appa!

Aku melihat namja disebelahku ini sedang mengacak-acak rambutnya karena frustasi tidak bisa mengerjakan soal bahasa Inggris ku dengar dia sering mendapatkan nilai 0 dalam pelajaran ini. Aku sudah selesai mengerjakkan ulanganku dan segera meninggalkan ruangan setelah membantu Eunhyuk mengerjakan soal-soalnya. Saat aku sedang duduk-duduk ada namja yang menyapaku. Suara ini aku kenal “Annyeong, Hyo Rin” ternyata Eunhyuk. Akhir-akhir ini dia bersikap manis padaku. Entah karena apa? Apa dia sedang konslet atau apa aku juga tidak tahu! “Annyeong” sapaku balik “Omo?! Hidungmu berdarah dan mukamu sangat pucat!! Apa kau sedang sakit?” “Aku segera membersihkan darah dari hidungku “Aku tidak apa-apa” jawabku dengan nada dingin dan segera pergi meninggalkan Eunhyuk yang bingung dan raut wajahnya tampak sebuah kecemasan. Akhir-akhir ini aku memang sering batuk darah dan mimisan. Mungkin penyakitku mulai memburuk.

Eunhyuk POV

Entah kenapa aku merasa kalau dugaanku tentang orang yang menolongku dan genkku saat kami tawuran itu salah!! Sepertinya dia bukan seorang namja tapi seorang yeoja!! Dan orang itu adalah Hyo Rin. Karena dia pernah memakai sepatu yang sama dengan penolongku waktu itu. Dan yang membuatku yakin di sepatu itu ada bercak darahnya.

Flashback

Saat itu hujan deras!!!!

BUGH!!
BUGH!!

BUGH!!!

Terjadi pertarungan sengit antara genkku dengan genknya Taecyeon anak JYP HS . Aku dan genkku hampir mati gara-gara dipukuli oleh komplotannya Taecyeon. Tapi, ada seseorang yang memakai mantel tebal dan masker membantu kami menghajar komplotan Taecyeon dan membuatnya juga hampir mati. Dan setelah menolong kami orang itu langsung pergi.

Flashback ends

Sampai sekarang aku dan teman-temanku masih mencari orang misterius itu. Kami merasa berhutang nyawa padanya.

Esok harinya…

Aku melihat pengumuman nilai. Ternyata nilaiku meningkat pesat aku sekarang menjadi ranking pertama. Dan kulihat juga Hyo Rin mendapat nilai perfect di setiap mata pelajaran. Tapi aku tidak melihat Hyo Rin dari tadi. Kemana dia? Apakah dia sakit? Sepertinya aku mulai menyukainya!! Sebaiknya aku menanyakannya pada Hye Rin.

“Hye Rin” aku memanggil kembaran Hyo Rin itu dengan suara lantang. Dia segera datang mendekat “Ada apa oppa memanggilku?” “Ah, aku hanya ingin bertanya dimana Hyo Rin?” “Molla. Aku tidak tinggal serumah dengannya” “HAH? Bagaimana bisa? Bukannya dia saudara kembarmu?” “Dia tinggal di apartement seorang diri. Karena ommaku juga tidak menyukai Hyo Rin” “Ooo. Gomawo Hye Rin. Aku pergi dulu ya. Annyeong” Aku sekarang menuju perpustakaan. Aku bertanya pada ahjumma penjaga perpustakaan itu “Ahjumma, apa kau melihat Hyo Rin?” “Aniyeo. Dia kan sedang tidak masuk sekolah” “Loh, kenapa?” “Dia sakit. Dia menitipkan ini padaku kemarin” ahjumma itu menyerahkan jaket dan masker milik penolongku itu. “Gomawo ahjumma” aku pergi menuju kelas.

“Hae, apakah kau mengingat jaket ini?” Donghae meneliti sebentar jaket itu “Ini kan jaket penolong kita waktu itu. Darimana kau mendapatkan ini?” “Aku mendapatkannya dari ahjumma penjaga perpustakaan katanya sih dari Hyo Rin” “Jangan bilang yang menolong kita waktu itu Hyo Rin” Heechul dan Yesung hyung paduan suara mengatakan hal tadi. Aku hanya mengangguk lemas. “Wah, hyung. Kita harus mengucapkan terima kasih padanya” Ryeowook mulai menyela. “Sekarang dimana dia?” Donghae bertanya padaku dengan tatapan –aku mohon katakan padaku- “Dia tidak masuk. Dia sakit” “Sakit?” “Dia sakit apa?” “Molla. Sepertinya orang yang tahu tentang penyakit Hyo Rin Cuma ahjumma penjaga perpustakaan” “Baiklah. Kajja!! Kita tanyakan!” ajak Leeteuk.

“Annyeong lagi ahjumma” “Ada apa lagi kamu kesini? Eunhyuk-ssi?” “Aku hanya ingin menanyakan Hyo Rin itu sakit apa?” “Mianhae Eunhyuk-ssi. Aku tidak bisa memberitahumu” “Ayolah ahjumma. Kami berjanji tidak akan mengatakannya pada siapapun” “Baiklah. Hyo Rin sebenarnya sakit…” ahjumma membisikkan kata Leukimia di telingaku. “MWO!!?” “Apa penyakitnya Hyuk?” tanya Donghae penasaran. Aku membisikkan penyakit Hyo Rin pada masing masing temanku. Mereka hanya bisa diam membisu. “Kalian perlu tahu satu hal. Hyo Rin itu adalah yeoja yang baik dan tabah. Walaupun penampilan, sifat dan kelakuannya selama ini seperti itu. Dia selama ini tidak tinggal bersama ommanya karena dia selalu disiksa oleh ommanya jika tidak menuruti perintah Hye Rin kembarannya ataupun ommanya. Dia tinggal di apartement. Satu-satunya orang yang mengertinya hanyalah appanya. Tapi kalian tahukan kalau appanya sudah meninggal karena penyakit leukimia. Appanya itu sudah mempersiapkan semua kebutuhan Hyo Rin mulai dari apartement mewah sampai mobil pribadi. Hyo Rin juga akan menjadi penerus perusahaan appanya itu. Dan bukan hanya itu Hyo Rin juga pernah membantu biaya operasi oemma Hyu Jin. Tanpa meminta balasan. Dan meminta Hyu Jin agar meraasiakan tentang hal ini. Jadi ini pelajaran buat kalian, 13 namja bad boy jangan melihat orang dari luarnya saja” Kami hanya bisa tertunduk mendengar cerita ahjumma tadi. “Ternyata penilaian kita terhadap Hyo Rin salah ya” sesal Siwon dan Yesung. “Lalu, dimana kita bisa menemuinnya ahjumma?” kataku. Ahjumma itu memberikkan secarik kertas bertuliskan alamat Hyo Rin.

Setelah pulang sekolah aku pergi ke apartement Hyo Rin. Kami segera memencet bell apartement itu tapi tidak ada jawaban. “Sepertinya dia sedang berada di rumah sakit,hyung” kata Ryeowook. “Iya, Ryeowook sepertinya benar” “Kajja” Kami menuju rumah sakit SEOUL dan menanyakan apakah ada pasien bernama Park Hyo Rin? Tapi, suster itu mengotot tidak mau memberi tahu kami tentang ini. Aku dan teman-temanku hanya bisa pasrah.

Hyo Rin POV

Besok aku akan dioperasi. Aku sekarang menyadari perasaanku pada Eunhyuk. Aku mencintainya. Tapi, aku takut tidak bisa melihatnya lagi. Penyakitku sekarang sudah bertambah parah. Tubuhku sangat lemah. Bahkan untuk berdiripun aku tidak mampu. Bagaimana aku bisa meneruskan perusahaan appa dan menyatakan perasaanku ini pada Eunhyuk jika keadaanku seperti ini?

Esok harinya…

Apakah kau siap menjalani operasi Hyo Rin? Tanya dokter Shin padaku. Aku hanya mengangguk mantap. Operasi dimulai!!!!!

Eunhyuk POV

Sudah seminggu ini Hyo Rin tidak masuk sekolah. Aku merasa cemas dengan Hyo Rin. Aku dan teman-temanku sudah membujuk suster rumah sakit dengan apapun tapi hasilnya tetap sama.

“Bagaimana ini Hyuk? Apa kau mempunyai ide lagi?” “Aku sudah kehabisan ide Hae..” “Lalu bagaimana?” Leeteuk juga merasa sangat bingung “Ah, hyung. Sebaiknya kita menyerah saja” “Apa yang kau katakan Wookie? Apa kau tidak merasa berhutang nyawa terhadapnya?” teriakku kesal. “Mianhae, hyung” “Kita kan belum menanyakan ke pengurus data siswa?” Sungmin mengeluarkan idenya “Wah, idemu bagus juga. Kajja!! Kita mencari informasi tentang Hyo Rin!!”

“Ahjussi, kami membutuhkan informasi tentang siswi bernama Park Hyo Rin” “Memannya ada apa?” “Kami ada urusan dengannya” “Oh, Ne. Tunggu sebentar ya! Dia kelas berapa ya?” “Kelas 11-A” “Dia sudah keluar tiga hari yang lalu” “MWOO?” “Iya, dia pindah ke Amerika dan meneruskan sekolahnya di sana!!” “Oh, ne!! Gomawo ahjussi” kataku dengan lemas.

“Sepertinya usaha kita selama ini berakhir sudah” Heechul berbicara dengan lemas. “Kita tidak akan pernah bisa membayar hutang kita” Leeteuk juga menampakkan wajah penyesalan “Bahkan untuk sekedar berterima kasihpun tidak bisa” Sungmin juga memasang tampang sedih. Aku berjanji mulai hari ini aku akan belajar lebih giat agar aku bisa menjadi orang yang sukses dan mencari Hyo Rin.

Author POV

Beberapa tahun kemudian, Sungmin dan Siwon sudah menjadi model terkenal, Shindong & Leeteuk sekarang meneruskan perusahaan keluarga mereka, Ryeowook sudah jadi koki terkenal, Donghae sudah jadi dokter dan semua namja Bad Boy tela jadi orang sukses dan Eunhyuk sudah menjadi pengusaha yang terkenal.

“Ya, rapat saya akhiri sampai disini. Kalian boleh meninggalkan ruangan” kata Eunhyuk. Eunhyuk berjalan ke luar ruangan rapat. Dari tadi dia penasaran dengan nama pemilik perusahaan yang bekerja sama dengannya. Eunhyuk bertemu dengan Yoona sekertarisnya “Ms.Im!!” “Ne?” “Nama pemilik perusahaan yang bekerja sama dengan kita itu siapa ya?” “Oh, namanya Park Hyo Rin. Apa ada lagi Lee sajangnim?” “Berapa nomer teleponnya?” “0xxxxxxxxxxx” “Gomawo!!” “Cheonmaneyo Lee sajangnim”

Donghae POV

Hari ini pasienku sangat banyak sampai aku kelelahan sekarang. Ya, sekarang memang jam istirahat.

BB Ku berbunyi~

“Yeobseyo” “Donghae~ah ini aku Eunhyuk. Tadi aku melihat Hyo Rin” Aku yang mendengar kabar dari Eunhyuk tentang Hyo Rin “Dimana kau melihatnya?” “Dia, sekarang telah menjadi pemilik perusahaan yang tengah bekerja sama dengan perusahaanku. Kita mengadakan pertemuan saja dengannya dan ajak yang lain” “O.K!! Kapan?” “Hari Minggu jam 19.00 di restaurant biasa. Tolong sebarkan ke yang lain” “O.K”

Hyo Rin POV

Aku sangat merindukan SEOUL!! Aku berada di Seoul karena sedang ada proyek disini. Aku sedang bekerja sama dengan Perusahaan Lee. Baru saja aku selesai rapat dengannya. Tapi, sepertinya aku pernah melihat pemilik perusahaan itu!! Tapi, dimana yha??

BBku berdering~

“Yeobseyo?” “Ini saya Lee Hyuk Jae” “Oh, ne Hyukjae-ssi, ada apa menelepon saya?” “Saya ingin bertemu dengan anda hari Minggu jam 19.00 di restaurant ******. Apakah bisa?” “Bisa” “Khamsahamnida” “Cheonmanyeo” Ternyata Lee Hyukjae yang menelepon. Pemilik perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaanku. Kira-kira ada apa dia mau bertemu denganku? Apakah rapat tadi kurang?

Author POV

Minggu, 18.30

Semua sudah berkumpul di restaurant tempat mereka biasa bertemu.

“Bagaimana hyung? Apakah kau yakin Hyo Rin akan datang?” “Tadi, aku sudah meneleponnya. Dan dia bilang dia akan datang” “Tapi, jika dia melihat kita apa dia akan tetap ke sini?” kata Heechul “Benar juga ya!!! Kalau begitu kalian duduk di tempat yang agak jauh saja. Nanti aku kode dari sini” “Ne, Kau benar hyung” kata Eunhyuk. Merekapun segera menuju meja yang letaknya agak jauh dari meja Eunhyuk. Tak lama kemudian ada seorang yeoja yang cantik mulai memasuki restaurant. Ya, yeoja itu adalah Park Hyo Rin.

Hyo Rin POV

Sekarang aku sudah sampai di restaurant itu. Ada seorang namja yang sangat kukenali melambai ke arahku. Dia adalah Lee Donghae dan kawan-kawannya tapi mereka sudah berubah nampaknya. “Oriemaneyo Sunbaenim” kataku sopan. “Wah kau banyak berubah ya. Kenapa kau ada disini?!” “Aku ada janji dengan rekan kerjaku” “Ah, siapa namanya? Lee Hyukjae” “Hahahahahaha… Aku mengenalnya dan dia sudah datang sejak 2 jam yang lalu. Itu mejanya” Aku kaget dan langsung menuju meja itu.

Eunhyuk POV

Aku terus memandangi yeoja yang sedang bercakap dengan Donghae itu. Ternyata dia sekarang menjadi semakin cantik. Perasaanku padanya juga semakin kuat. Tiba-tiba Donghae memberikan sinyalnya. Yeoja itu berjalan ke mejaku

“Mianhabninda Hyukjae-ssi” “Ah, tidak apa-apa. Silahkan duduk” Dia terus memandangiku dengan tatapan aneh. “Permisi Hyukjae-ssi apa kau mempunyai nama lain selain Hyukjae?” “Ah, ye. Dulu waktu SMA aku sering dipanggil dengan nama Eunhyuk. Wae?” Wajahnya berubah pucat dan sepertinya dia menyadari siapa aku. “Apa kau bersekolah di SM HS?” Aku mengangguk. Matanya meneteskan air mata. Aku langsung memeluknya tak peduli tatapan aneh disekitarku. “Jadi kau sudah sadar ya” Aku mengelus kepalanya pelan.

Hyo Rin POV

Aku menikmati pelukan ini tapi… Hatiku juga merasa sakit karena jika aku melihat namja ini aku teringat dengan seseorang yang telah menderita karenaku.. Aku harus berakting sebaik mungkin.

“Hyorin-ah Saranghae” “Nado oppa”

Author POV

Tapi sebenarnya yang dilihat oleh Eunhyuk itu bukan Hyo Rin tapi Hye Rin karena Hyo Rin telah meninggal karena penyakitnya.

Flashback

“Dokter Shin sebelum melakukan operasi apakah aku boleh meminta sesuatu padamu teleponkanlah nomor ini” Hyo Rin menyerahkan nomor telepon saudara kembar dan oemmanya. Tak butuh waktu lama mereka berduapun telah sampai dirumah sakit.

“Hyo Rin-ah?” “Apa kau mau membohongi kami lagi hah? Kali ini kau terlihat meyakinkan. Tapi tidak cukup untuk menipu kami” “Aku tau kalian sangat membeciku tapi aku tidak menipu kalian aku benar-benar diantara hidup dan mati. Oemma sebesar apapun rasa bencimu aku telah memaafkanmu, kalian tidak perlu menyuruh orang lagi untuk membunuhku karena jika operasi ini gagal aku pasti akan mati. Tapi bisakah kalian melupakan rasa benci kalian padaku kali ini saja?” Oemma Hyo Rin dan Hye Rin langsung memeluk Hyo Rin dan meminta maaf pada Hyo Rin. “Bisakah kalian menjalankan sesuatu yang mungkin jadi hal pertama dan terakhir yang kalian lakukan untukku?” “Kami akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan kami padamu” “Bisakah kalian menunggu operasiku dan jika gagal kalian akan menangis untukku, menguburkanku disamping makam appa” kami mana mungkin tidak menangis untukmu Hyo Rin-ah “Hye Rin jika operasiku gagal, kau harus meneruskan perusahaan appa dengan baik dan aku tau kau mencintai Jonghyun, akupun juga sama sepertimu tapi sepertinya takdir tidak mengijinkanku untuk bersama Eunhyuk sunbanim maka bahagiakanlah dia untukku”

Setelah mengatakan itu semua operasipun dimulai. Dan benar apa yang dikatan Hyo Rin hari ini adalah hari terakhirnya menghirup udara segar, bertemu dengan oemmanya dan saudara kembarnya. Kini dia telah menyusul appanya. Tangisan oemmanya dan Hye Rinpun membahana. Sejak saat itu Hye Rin bertekat akan mengganti namanya menjadi Hyo Rin dan menjalankan amanat Hyo Rin.

FLASH BACK END

THE END

Jangan kuatir oppa Hye rin udah berubah kok… Hahahaha… Gimana readers mian kalo jelek soalnya ini ff 1 saya.. Kapan-kapan post lagi ya.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s