secret room of an angel

Secret Love Part 1


Author : Sung Jae Mi a.k.a devilygusiltapitakutamadosa
Lenghth : Twoshoot
Genre : Romance, Friendship, AU, sad ending
Cast :
Kim Yuki~ OC’s
Moon Jongup~ B.A.P

Choi Joonhong a.k.a Zelo~ B.A.P

Bang Youngguk~ B.A.P
Cha Chaerin ~ OC’s (Belum muncul)
Seo Jungrin ~ OC’s
Rating : PG 17

Sebenarnya ff ini itu bukan murni kemauan mau bikin dari diri sendiri tetapi ff rekomendasi tantangan dari temen sebangkuku karena aku biasanya Cuma buat ff yang castnya biasku. Berhubung aku sama temen aku itu lagi demam B.A.P para alien dari planet matto itu dan dapet bias baru akhirnya terpilihlah Jongup yang jadi main cast disini…  So????

^^HAPPY READING^^

Author POV

Youngguk POV

Aku berjalan-jalan bersama yeojachinguku di jalanan Myundong dengan perasaan gembira yang tak dapat digambarkan oleh kata-kata.

Mataku menyapu seluruh toko disini. Kami sudah berjalan lebih dari 2 jam disini. Tetapi entah kenapa kaki kami tak kunjung merasa lelah.

“Oppa~” panggil Seo Jungrin dengan aegyo milinya.

“Wae?” Aku menatap kedua matanya yang dapat dibilang indah

“Ayo kita ke restoran sebelah sana. Perutku lapar” matanya mengerjap-ngerjap dan tangannya mengelus-elus perutnya pertanda kalau dia benar-benar lapar.

“Baiklah~ JA~” aku menarik tangannya menuju restaurant yang tadi ditunjuknya.

——

Di restaurant…

Kami makan dalam diam. Tapi aku mencoba membuka topik pembicaraan.

“Chagiya kau tau kalau kemarin Zelo menarikan modern dance dengan sangat baik”

“Benarkah?” katanya tanpa menatap wajahku.

“Bahkan dia sekarang juga sudah dapat melakukan rap dengan sangat cepat aku saja tidak bisa menirunya”

Jungrin masih melanjutkan makannya. “Oppa tau kau sangat lapar.. Jadi kau bisa mendengarkan seluruh ceritaku dengan tetap makan ya~”

Walaupun kami berstatus sebagai sepasang kekasih tapi Jungrin sama sekali tidak mengetahui latar belakangku yang bukan manusia ini.

“Zelo adalah namja yang baik juga imut aku heran kenapa tidak ada yeoja yang memandangnya………… *skip”

Author POV

Mulut Youngguk tak bosan-bosannya menceritakan mengenai Zelo robot kesayangannya yang diciptakannya untuk menemaninya di bumi.

Tetapi bertolak belakang dengan Youngguk yeojachingunya sangat membenci Zelo karena dia beranggapan bahwa Youngguk lebih memperhatikan Zelo dari pada dirinya yang notabennya adalah Yeojachingunya.

Jika dirumah Youngguk selalu menyuapi Zelo, mengajari berbagai pengetahuan pada Zelo, merawatnya dan sangat memperhatikan Zelo.

Titit…Titit…

Alarm handphone Youngguk berbunyi pertanda ini merupakan saat Zelo untuk mengisi batterai.

“Chagiya alarmku berbunyi. Aku harus segera pulang untuk menemui Zeloku. Kasihan dia dirumah sendirian tanpa batterai pula” Youngguk memberikan beberapa lembar uang won pada Jungrin.

Sebelum sempat melangkah tangan Jungrin menahan Youngguk. “Lalu aku pulang bersama siapa oppa?” tanya Jungrin manja disertai dengan bibirnya yang memanyun.

Youngguk nampak menatap jarum jam di tangannya. “Kau kan bisa naik taksi Jungrin-ah~” jawab Youngguk lembut tetapi tetap merasa gusar karena dia benar-benar mengkhawatirkan Zelo sekarang.

“Tapi oppa aku hanya ingin pulang bersamamu~” Youngguk kembali mengamati pergerakan jarum jam ditangannya.

“KAU INI JANGAN TERLALU MANJA AKU BUKAN HANYA MENGURUI KAU SAJA TETAPI AKU JUGA MEMPUNYAI URUSAN PRIBADI YANG HARUS KUSELESAIKAN~”

Youngguk melepaskan kaitan tangan Jungrin dan berlari keluar dari restaurant tanpa memperdulikan tatapan meremehkan dari pengunjung restaurant lainnya pada Jungrin.

Dengan menahan rasa malu Jungrin berjalan meninggalkan restaurant itu. Dalam hatinya dia merutuki nasibnya dan berjanji akan menuntut balas pada Zelo.

—–

Di rumah Youngguk

“ZELO-ya” “ZELO-ya” Youngguk berteriak dan berlarian dengan wajah panik. Dia membuka satu per satu pintu ruangan yang dilihatnya tanpa berhenti meneriaki nama ‘ZELO’.

Kakinya yang nampak kuat dan tangguh berlari menuju lantai dua untuk mencari keberadaan Zelo yang tidak diemukannya di seluruh ruangan lantai satu.

Setelah beberapa menit berputar-putar akhirnya dia menemukan Zelo tengah tergeletak di balkon kamarnya.

“Zelo-ya mianhae” Youngguk mengangkat tubuh Zelo menuju ruang chargingnya. Sudut mata Youngguk meneteskan air mata.

Youngguk memasang beberapa besi di kaki dan tangan Zelo agar dia dapat berdiri.

“Mianhae Zelo-ya aku terlalu asyik bersama yeoja itu sehingga membiarkanmu sendiri dirumah” Tergambar raut wajah penyesalan di wajah Youngguk.

“Seharusnya aku bisa datang tepat waktu” Youngguk menunggu proses charging zelo selesai dengan mengutak-atik beberapa software di komputernya.

Setelah selesai masa charging Zelo…….

ZUUUUTTT~ *bunyi tabung pintu tabung charging Zelo yang terbuka

Youngguk berdiri dan menyambut Zelo dengan tangan direntangkan. Seperti kebiasaannya Zelo selalu melakukan beberapa gerakan dance setelah melalui masa charging.

Zelopun menyambut rentangan tangan Youngguk dengan pertanyaan. “Kenapa hyung merentangkan tangan?” tanya Zelo dengan wajah polos khasnya.

“Aku ingin memelukmu. Sini”

“Memeluk itu apa?”

“Sudahlah cepat kemari dan akan aku tunjukan bagaimana memeluk itu”

Zelo berjalan kearah Youngguk. Tanpa ba bi bu lagi Youngguk segera memeluk Zelo. “Hyung apa kau menangis??” tanya Zelo. “Tidak aku hanya menguap sehingga mengeluarkan air mata”

“Mianhae Zelo-ya” Yongguk melepaskan pelukannya dan menatap mata Zelo dalam. “Untuk apa hyung meminta maaf??” “Untuk meninggalkanmu dirumah, membiarkanmu sendiri dirumah, dan membiarkanmu kehabisan baterai”

“Gwechana hyung. Aku tau hyung sedang sibuk dan aku memakluminya” Youngguk tersenyum dan mengaak rambut Zelo.

“Aku memang tidak salah membuatmu dan menjadikanmu temanku selama aku di bumi ini sebelum teman-temanku yang lainnya datang” Zelo tersenyum tulus.

Author POV

Beberapa hari kemudian….

Tiga UFO mendarat tepat di halaman rumah Youngguk dan Zelo. Zelo yang mendengar suara bising dari luar segera berlari keluar.

“Itu apa? Kenapa bentuknya seperti piring?” Zelopun kembali masuk dan menemui Youngguk yang tengah duduk santai sambil menonton film perang.

“Bagaimana Zelo-ya apa ada hal yang aneh di luar sana?” tanya Youngguk tanpa mengalihkan pandangannya dari layar televisi didepannya.

“Ada hyung. Aku melihat tiga piring raksasa yang jatuh di halaman rumah kita” Youngguk langsung memalingkan kepalanya dan berteriak. “MWO?! PIRING”

Untuk memastikan kebenaran kata-kata Zelo Youngguk segera berlari keluar rumahnya. Dan benar saja ada UFO yang dikenalnya mendarat disana. Terdengar langkah kaki Zelo.

“Kau itu… Ini bukan piring biasa tetapi piring terbang atau biasa disebut dengan UFO oleh para earthian. Pesawat yang biasa digunakan para alien seperti kami untuk berpergian antar planet” Zelo mengangguk mengerti.

Selang beberapa saat turunlah tiga makhluk asing dari UFO itu. Nama bumi mereka adalah Kim Himchan, Yong Youngjae, & Jung Daehyun.

Penampilan mereka masih sangat tergolong aneh jika dibumi. “YA~ Hyung~” Zelo mengerutkan keningnya menatap Himchan.

“Ah~ Himchanie, Youngjae-ya, Daehyun-ah wasseoyo?” Youngjae langsung menyambut uluran tangan Youngguk. “Ye hyung bagaimana keadaan bumi dan para earrthian??? Apa kau sudah menemukannya???” “Benar hyung planet kita sedang mengalami krisis. Kita harus segera menemukannya”

Himchan menunjukkan jempolnya yang terbungkus sarung tangan tanda setuju dengan kata-kata Daehyun dan Youngjae.

“Soal itu aku sudah menemukannya. Oh iya perkenalkan ini Zelo dia robot ciptaanku selama di bumi ngomong-ngomong dimana Jongup?? Apa dia tidak datang” “Dia akan datang setelah membetulkan pesawat UFOnya hyung. Mungkin beberapa bulan lagi” “Hah baiklah Zelo-ya perkenalkan dirimu jangan hanya bengong”

Zelo membungkuk “Annyeonghaseyo hyungdeul joneun Zelo-imnida” masih dengan logat robotnya yang terkesan imut dan polos. “Huaaaahhhh~ Kyeowo Kyeopta namja” Himchan menarik-narik pipi mulus Zelo.

“YA~ KIM HIMCHAN JIKA KAU BERANI MENARIK-NARIK PIPI ZELO LAGI…” kata-kata Youngguk sengaja di lanjutkan dengan isyarat tangannya digorokkan kelehernya yang berarti ‘Mati Kau’.

Himchan, Youngjae, dan Daehyun bergidik ngeri dan segera dituntun masuk oleh Zelo sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. “Mari Masuk”

——

Jungrin POV

Hari berganti dengan bulan tapi kau tak kunjung menghubungiku ataupun menemuiku. Rasanya hati ini tak merasakan kehangatan yang kau pancarkan lagi. Aku kedinginan menunggu kehadiran siang. Selama tanpamu aku merasa hari-hari yang kulalui adalah malam winter.

Sampai kapan kau melakukan ini padaku YA BANG YOUNGGUK aku bahkan sudah cukup sabar untuk tidak membunuh robot kesayanganmu itu. Seberarti itukah Zelo bagimu lantas selama ini…… Pengakuan cintamu itu untuk apa???

Hari ini tepat 2 tahun 3 bulan kita beracaran. Bukankah kau mengingatnya?? Benar kau harus mengingatnya. Aku tau kau mengingatnya…

Sekeras apapun aku menyangkal kalau kau mengingatnya aku tak dapat mengubah 1 hal bahwa kau sama sekali tak mengingatnya.

Penantianku sudah berakhir hari ini juga aku harus melakukan satu hal yang selama ini kupendam. ‘Membunuh Zelo’

Aku memasukan beberapa peralatan sederhana untuk membunuh seseorang seperti Pistol, Pisau yang tajam, dan tali tambang.

Ku seret tasku itu menuju mobilku. Kini hasratku sudah tak dapat kupendam lagi. ‘ZELO MATI KAU’

Aku memacu mobilku menuju rumah Bang Yongguk. Mataku yang bengkak dan menghitam tak henti-hentinya mengeluarkan air mata.

CKKKIIITTT~

Aku telah mencapai ke tempat tujuanku. Bagus!! Mobil Youngguk tak ada dirumahnya. Itu berarti dia tengah pergi. Seperti kebiasaannya yang sudah aku hafal diluar kepala dia selalu meninggalkan Zelo di rumah untuk menjaga barang-barang penemuannya.

Ting.. Tong

Tanganku menekan tombol bel berkali-kalai agar si robot pabo itu segera membukakan pintu sehingga aku dapat menyelesaikan hal ini dengan cepat.

CKLEK~

“Annyeong noona… Silahkan masuk” Dasar robot tolol aku datang kemari untuk membunuhmu tetapi kau malah mempersilahkanku untuk masuk.

“Noona hyung sedang keluar bersama cingu-cingunya jadi kau ingin menunggu atau langsung pulang”

“Aku sebenarnya ingin meminta tolong untuk membenahi TV di rumahku yang rusak tetapi Youngguk oppa tidak menjawab teleponku. Jadi aku memutuskan untuk kemari”

“Kerom… Hyung sedang keluar lalu dimana TV milik noona?? Aku juga mengerti mengenai cara membetulkannya”

Hatiku menyeringai. Rencanaku berhasil.

“Tvku tidak aku bawa Zelo-ya aku tidak kuat untuk mengangkutnya ke mobil. Jadi mauah kau pergi ke rumahku??”

Zelo menggeleng cepat. “Mianhamnida noona aku tidak diperbolehkan untuk meninggalkan rumah ini”

“Baiklah kalau kau tidak mau aku akan memaksamu untuk ikut aku” aku menghunuskan sebilah pisau yang sedari tadi aku genggam di balik punggungku ke perut robot ini.

Darah mengalir deras dari perutnya. “Ternyata kau juga bisa berdarah ya???” kataku dengan evil smirkku.

“Noona apa yang kau lakukan. Ini.. Ini begitu sakit”

Kuubah wajahku menjadi baik dan membantu Zelo berdiri dengan pisau yang masih menancap sempurna di perutnya. Aku memeluk tubuh jangkungnya.

Hal ini sengaja aku lakukan agar pisau itu bisa menancap lebih dalam.

“Jungrin noona apayo… apayo” kata Zelo.

Bisa kulihat kabel-kabel dalam tubuhnya terlihat dengan jelas akibat tusukanku.

“Ayo aku ajak kau ke rumahku” aku segera menariknya pergi dari sini.

Setelah mengikatnya di mobil aku kembali ke dalam dan menghapus bekas darah Zelo yang berceceran. Setelah aku rasa semua ini cukup aman dan bersih aku segera kembali ke mobilku dan memacunya menuju Mokpo.

Memang kau kira aku berkata jujur mengenai akan membawanya ke rumahku??

Selama diperjalanan Zelo tak henti-hentinya mengucapkan kata ‘Apa’. Karena sudah tidak tahan aku melemparkan tasku tepat ke wajahnya agar dia diam. Usahaku itupun berhasil. Dia diam.

Beberapa jam kemudian…

Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang kamipun sampai di pantai Mokpo. Di dekat pantai ini terdapat sebuah tebing yang menjorok ke laut.

Satu hal yang dapat aku mengerti adalah Robot akan konsleting dan rusak jika terlibat dengan satu hal yaitu ‘AIR’.

Zelo yang ternyata tadi pingsan sekarang sudah tersadar aku menggendongnya atau lebih tepat menyeretnya menuju tebing itu tak lupa aku juga membawa pistolku.

Zelo yang sadar segera berdiri tetapi dia terlambat. Dia berdiri saat kami sudah berada di puncak tebing itu.

Tanganku menodongkan pistolku ke arahnya. Dia nampak memundurkan kakinya.

“Noona apa yang akan kau lakukan dengan pistol itu?? Aku takut” Zelo menunjukkan raut ketakutannya.

“Jangan takut Zelo-ya aku hanya ingin membunuhmu” kataku dengan tatapan mematikan dan aku yakin sekarang aku tengah menunjukkan evil smirkku lagi padanya.

Tepat di ujung tebing ini kini Zelo berada. “Noona membunuh itu apa??” tanyanya masih dengan tatapan polos.

DDDOOOORRRR~

Kutarik pelatuk pistol itu dan Zelo tercebur ke laut akibat peluruku yang bersarang didadanya.

Aku melambaikan tanganku seakan aku tengah mengucapkan selamat tinggal pada temanku yang akan pergi.

“Annyeong Zelo-ya… Mianhae” Aku tersenyum dan segera meninggalkan tebing yang menjadi saksi aksi kejiku itu.

—–

Youngguk POV

Aku, Himchan, Youngjae dan Daehyun berjalan-jalan di jalanan Gangnam. Melihat-lihat para earthian tengah berbelanja dan melakukan hal-hal yang biasa mereka lakukan seperti berkencan.

“Hyung~ Apa yang mereka lakukan kenapa wajah mereka senang dan melakukan gerakan-gerakan aneh.

Ssssstttt~

Himchan menempelkan telunjuknya di bibirnya. “Mereka sedang berpacaran” katanya dengan ekspresi seperti orang bodoh.

“Ah, berpacaran. Ternyata earthling juga bisa berpacaran. Jadi hyung apa kau sudah berhasil menarik perhatian seorang earthian selama disini??” tanya Youngjae dengan wajah evilnya *eh,, sejak kapan Youngjae punya wajah evil??

Pikiranku melayang pada yeojachinguku semnejak kedatangan mereka bahkan aku tak mengingatnya sekalipun. Apa dia marah padaku ya soal kejadian di restaurant itu??

“Himchanie kaukan sudah pernah datang ke bumi jadi kau saja ya yang mengantar mereka berkeliling aku ingat kalau hari ini aku ada urusan” Aku berlari sekuat tenaga tanpa memperdulikan tatapan aneh dari ke-3 dongsaengku itu.

Menatap layar hp-ku bahwa tepat hari ini aku dan Jungrin bersama selama 2 tahun 3 bulan. “PABOYA”

Selang beberapa menit aku mencapai mobilku dan memacunya menuju rumah Jungrin.

CCCKKKIITTTT~

Ting…Tong….

KKKKRRREEEKKK~

Jungrin keluar rumah dengan keadaan sudah berdandan. Dia terlihat sangat cantik hari ini.

“OPPA?!” Jungrin berhambur memelukku.

“Chagiya mianhae” aku membalas pelukannya

“Gwechanayo oppa~” Jungrin mendongak dan tersenyum kearahku.

Jungrin melepaskan pelukannya dan menarikku masuk ke rumahnya.

“Oppa kenapa kau tidak menghubungiku lama sekali” tanyanya manja

“Kau sendiri juga tidak menghubungiku”

TILLIILLIT~ TILLILIT~

“Yoboseyo?!”

“HYYUUUNNGG~” teriak Himchan dari telepon yang sangat memekakan telinga.

“YA~ KENAPA?!” aku juga ikut tersulut emosi karena kelakuan Himchan yang mengganggu acaraku saja.

“ZELO~ Hyung ZELO~…” Suara Himchan digantikan dengan suara Youngjae

“Zelo kenapa?? Cepat katakan sebelum aku menutup telepon ini”

“ZELO HILANG~”

“MWORAGO?! Kau yakin dia hilang sudah kau cari kemanapun??”

“Sudah Hyung dia tidak ada… Ottokhae?!”

Aku yang tengah panik segera berpamitan dengan Jungrin untuk pulang. Tanpa berpikir panjang aku langsung memacu mobilku menuju rumah.

Jungrin POV

Setelah Youngguk oppa benar-benar pergi aku menunjukkan senyum menghinaku.

“Dasar rongsokan sudah kubuanpun kau masih bisa membuat masalah untukku”

—-

Author POV

Di lain tempat…

Seorang yeoja tengah berjalan-jalan menyusuri pantai di daerah Mokpo dengan wajah yang nampak senang. Matanya memancarkan kesenangan yang bercampur dengan kerinduan.

Matanya menyapu seluruh keadaan di pantai dan menangkap sesuatu di bibir  pantai. Karena merasa penasaran kakinyapun tak dapat ditahan untuk mendekati sosok tadi.

Yeoja itu sedikit berjongkok untuk dapat melihat sosok apa yang tengah terbaring terkelungkup itu. Yeoja itu menarik sosok itu menuju tempat yang tak terjamah oleh ombak.

Matanya menatap kaget sosok didepannya. “I…Ini r..robot” Dia mencari sesuatu agar dia dapat membawa tubuh robot rusak itu.

“Kasihan dia konsleting” Dia bertemu dengan seorang ahjusshi yang sangat dikenalnya.

“AHJUSSI~” teriaknya. Orang yang dipanggilnya itupun menghampirinya. “Oh~ Yuki-ya Waeyo??”

“Bisakah ahjusshi membawa robot ini kedalam lab penelitianku??” Ahjusshi itu mengangguk dan membawa robot itu ke tempat yang di katakan yeoja tadi.

—–

Yuki POV

Aku memandangi robot didepanku ini dengan wajah kagum dan gembira. Tak kusangka mengenang sosok oppaku dapat menemukan robot ini.

Mulai sekarang aku bertekad akan memperbaikinya dan mengembalikan robot manusia ini pada pemiliknya. Agar tidak ada oppaku yang lainnya.

Hal pertama yang aku lakukan adalah melepas chip memori dari otaknya. Chip ini sangat berguna bagi robot. Setelah berhasil melepasnya aku mengeringkan chip itu dengan sangat hati-hati.

Untuk menunjukkan bahwa chip ini mash berfungsi atau tidak aku memasukannya ke dalam komputer di lab ini yang terhubung dengan layar besar disamping tempat aku meletakkan robot ini.

Saat melihat berbagai moment di dalam chip robot ini tanpa terasa aku meneteskan air mataku. Aku kembali teringat tentang sosok oppaku yang aku ciptakan. Dia juga seorang robot dan sekarang dia rusak tenggelam di laut karena mencoba menyelamatkanku.

“Kasihan robot ini~ Untung aku segera menemukannya kalau tidak bisa-bisa semua ingatannya akan terhapus karena air”

Tanganku bergerak untuk membersihkan sisa-sisa darah dan peluru yang ada di dadanya. Aku menatap mesin didepanku ini.

Mencoba memperbaikinya. Memberikannya kehidupan kembali agar pemiliknya tidak merasakan luka yang selama ini aku rasakan.

Author POV

Kini genap 7 bulan menghilangnya Zelo. Selama Zelo hilang Youngguk tak bersemangat menjalani hidupnya. Kalau bukan karena Jungrin, Daehyun, Yougjae dan Himchan mungkin dia sudah kalap dan melakukan hal yang berbahaya seperti kembali ke planet Matto atau membongkar rahasia mereka.

Di tempat lain….

Seorang yeoja tengah mengutak-atik sebuah robot yang bagian dalamnya terbuka sangat jelas. Matanya meneliti setiap centi dari mesin itu.

Dia memasukkan beberapa alat untuk menggantikan alat yang rusak di dalam tubuh robot itu.

Zzzzrrrttt~ Zzzzrrrrttt~

“Huft~ Akhirnya aku telah selesai memperbaiki 1 bagian terakhir yang rusak. Kini waktunya untuk memasang chip memorinya” Yeoja itu berjalan menuju sebuah komputer tempat dia menyimpan chip itu.

KLIK~

ZZzzzzrrttt~ Zzzzzrrttt~

Setelah berbulan-bulan diperbaiki akhirnya robot yang ditemukannya itu dapat dihidupkan kembali.

“Neo nuguya??? Na eoddiga?? Low Battery shutdown sorry” Yeoja itu tersenyum saat mendengar cara robot itu berbicara.

Yeoja itu menekan beberapa tombol di tempat dia menidurkan robot itu dan sebuah cube kaca berwarna biru muncul.

“ASA~ Akhirnya selesai juga. Sepertinya menchargingnya akan memakan waktu lebih lama dari biasanya. Sebaiknya aku menunggunya dengan tidur”

Yeoja bernama Kim Yuki itupun tertidur di atas sebuah kursi yang biasa dia pakai dengan keaa sedikit miring. 7 Bulan yang lalu dia tidak dapat tidur dengan nyenak karena harus memikirkan bagaimana cara dia memperbaiki robot yang ditemukannya itu.

Berjam-jam kemudian..

CEKIIIZZZZ~

Cube pembukus robot itu terbuka pertanda kalau robot itu sudah selesai di charging.

Robot itu mnegerjapkan matanya. Dia menatap sekeliling dengan wajah lugu khasnya. “Ini bukan lab Youngguk hyung. Zelo eoddiga??” Kakinya perlahan turun dari tempat tidur dan berjalan mendekati Yuki yang tengah tertidur.

“Zelo ingat kalau Zelo dibunuh oleh Jungrin noona kemarin. Ternyata di bunuh itu berarti di shutdown untuk selamanya” Mata robot manusia itu menunjukkan kesedihan.

“Yeoja ini bukan Jungrin Noona lalu siapa dia??? Apa yeoja ini yang menemukanku??” Zelo mendekatkan wajahnya ke wajah Yuki yang tengah tertidur.

——-

Yuki POV

Karena mendengar beberapa perkataan aku membuka mataku dan kaget karena wajah robot itu tepat berada di depan wajahku.

Aku bukan orang yang mudah tersenyum dengan orang lain. Semenjak oppaku meninggal bahkan aku tak pernah sekalipun tersenyum untuk orang lain saat orang itu sadar tetapi tersenyum saat tidak ada yang melihatnya.

“Neo nuguya?? Jeoneun Zelo imnida… Aku lahir pada 15 Oktober 1996. Bangapseumnida…” Aku menunjukkan ekspresi datarku.

“Joneun Kim Yuki imnida. Aku lahir di bulan Maret tahun 1998” Matanya mengerjap-ngerjap. “Zelo baru bertemu dengan orang yang lebih muda dari Zelo saat ini. Apa kau yang menyelamatkan Zelo??”

“Ye. Aku menemukanmu tergeletak di bibir pantai” kataku santai dan melangkah pergi.

“Kenapa kau begitu sedikit berbicara” Aku membalikan badanku menatap wajahnya dengan tatapan es andalanku *bayangin aja kaya tatapan L inifinite😛

Robot yang ternyata bernama Zelo ituun berhenti berbicara setelah melihat tatapan mataku. “Jangan banyak bicara dan ikuti aku” Aku kembali melanjutkan langkah kakiku menuju mobilku.

Semua peralatan disini terdesain untuk membuka secara otomatis termasuk dengan semua pintu dirumah ini.

“Kenapa rumahmu penuh dengan warna biru??” Aiiiissshhh~ Robot ini terlalu banyak bertanya.

Aku memutuskan untuk tidak menjawab pertanyaannya dan dia nampaknya mengerti dan tidak bertanya lagi.

Aku sampai di ruang makan dan memintanya untuk duduk di meja makan. “Aku tau kau juga membutuhkan makanan manusia. Aku akan memasakanmu”

Hari dimana aku berhasil memperbaikinya aku akan memasakannya pasta istimewa kesukaan oppaku. Tanganku tak berhenti bergerak untuk melakukan beberapa gerakan seperti memotong atau menggoreng di dapur ini.

Setelah beberapa menit akhirnya pasta ini matang dan siap disajikan. Air mata sudah tak dapat kubendung lagi karena teringat dengan oppaku itu.

Tanganku membawa nampan berisi dua piring pasta. Setelah memberi salah satu piring itu pada Zelo aku memakan pastaku sendiri dengan menunduk untuk menyembunyikan kalau aku sedang menangis saat ini.

Tapi bagaimanapun aku menyembunyikannya robot ini tidak bodoh dan dia bertanya. “Apa kau menangis?? Uljima” katanya tulus. Robot ini dibuat di lingkungan yang dipenuhi akan kasih sayang dia sangat beruntung.

“Bukan urusanmu dan cepat habiskan makananmu” Zelo mengangguk dan makan pastanya dengan cepat.

Aku dan Zelo telah menyelesaikan acara makan kami. Aku segera mencuci pringku dan duduk di hadapan Zelo kembali.

“Jadi namamu Zelo?! Kau akan kuantar ke pemilikmu hari ini juga. Jadi dimana rumahmu?? Apa kau mengingatnya??” aku menghujamnya dengan serenteng pertanyaan.

“Tentu Zelo mengingatnya. Rumah Zelo berada di Seoul tapi Zelo tidak mengingat alamat rumah hanya saja ingat dimana letaknya”

Aku mengengguk anggukan dan mengisyaratkan padanya untuk mengikutiku. Setelah menyiapkan mobilku yang sudah sangat lama tidak kupakai aku menatapnya dengan tatapanku yang tentu saja dapat mengintimidasinya.

“Mobil ini bergerak otomatis. Karena kau lebih tua dariku dan posturmu mendukung maka aku memintamu untuk menyetir atau lebih tepatnya hanya duduk di bangku pengemudi”

“Baiklah tapi Zelo minta 1 hal padamu. Kata Youngguk hyung jika kau bertemu dengan orang yang lebih tua kau harus memanggil mereka oppa atau eonni” Aku menjabat tangannya tanda setuju.

Zelo…oppa duduk di bangku pengemudi. “Mobil ini bergerak melalui sistem perintah suara jadi…. oppa tinggal mengatakan hal apa yang harus mobil ini lakukan” Zelo..oppa mengangguk dan tersenyum kearahku karena aku telah memanggilnya ‘Oppa’ sebagai tanda sopan santun.

—–

Di rumah Youngguk

Youngguk POV

Aku mencoba menyibukkan diriku dengan mengutak-atik apapun di labku. Disini aku merasakan kesedihan dan perasaan kehilangan yang amat mendalam.

Zelo sudah aku anggap sebagai adikku meski dia sering aku perlakukan kasar tapi aku sangat menyayanginya.

Aku menciptakannya dengan menggunakan hati dan diapun bukan robot sembarangan dia bergerak menggunakan hati. Dia robot yang mempunyai hati bisa tertawa dan mengangis.

Harapanku akan kembalinya dia masih sangat besar dan karena keinginanku sangat besar aku menjadi sering bertemu dengan Zelo.

Aku berjalan keluar lab untuk melihat keadaan dongsaengku yang lainnya. Seperti biasa Himchan berselca ria di taman, Youngjae belajar modern dance dan Daehyun melatih vokalnya.

Kami memang telah mempersiapkan diri untuk debut. Ya kami menjadi trainers untuk mendapatkan sorakan para earthlings dan planet kami terselamatkan dari krisis tenaga.

Setelah lelah berlatih dan Himchan bosan berselca akhirnya mereka duduk ditaman dengan mengambil jus bagian mereka masing-masing.

Baru satu kali tegukan Himchan dan Daehyun sudah menyemburkan yang diminum oleh mereka. Dan tidak beruntungnya semburan mereka tepat mengenai wajah Youngjae yang posisi duduknya tepat di hadapan mereka berdua. Aku mencari sebabnya…

Apakah ini mimpi?? Hanya sederet kalimat itulah yang terlontar dari mulutku saat ini. Aku melihat Zelo tengah berdiri diambang pagar dengan pakaian dan badan yang masih utuh. Dia tersenyum dan melambai ke arahku.

Himchan menyadarkan aku dari lamunanku dengan teriakannya. “ZZEEELLLLOOOO~” Dan alhasil dia menjadi orang pertama yang memeluk Zelo.

“Wasseo?? Kau dari mana saja hah??? Apa kau diculik?? Atau kau kehabisan batterai?? Daehyun-ah apa komentarmu mengenai pulangnya Zelo??!” Daehyun membuka maskernya dan seperti biasa pula dia hanya mengucapkan “No Comment”

Aku merentangkan tanganku dan Zelo berlari memelukku. “YA~ Jangan membuat film erotis disini??” Komentar Daehyun. “Kau sudah makan Zelo-ya?? Bagaimana bisa kau kembali?? Kau membuat kami sangat khawatir” tanya Youngjae bertubi-tubi.

“Sudahlah biarkan dia masuk dahulu. Zelo juga butuh istirahat dan bisa lelah” Tanpa menunggu persetujuan Zelo kuperintahkan untuk segera masuk dan dia tentu saja menuruti semua kata-kataku.

—-

Author POV

Di dalam rumah

Sebuah mobil terparkir di depan rumah Youngguk dan pemiliknyapun turun. Ternyata pemilik mobil itu Seo Jungrin.

Jungrin berjalan dengan santai saat akan memencet dia tidak sengaja melihat Zelo dari celah pintu yang tidak benar-benar tertutup.

Matanya memancarkan amarah yang sangat besar. Kemudian dia mengurungkan niatnya untuk memencet bel. Jungrin lebih memilih untuk diam diambang pintu dan mendengarkan percakapan mereka.

“MWORAGO?! JADI JUNGRIN MENCOBA MEMBUNUHMU~” Dia mendengar 1 kata yang sangat keras dan dia sangat mengenali suara siapa itu ‘Bang Youngguk’.

Matanya mulai berair dan air mata terus tumpah. Kini dia mulai menyesali apa yang telah dia perbuat. Yang dia perbuat bukan hanya akan menghantuinya selamanya tetapi dia juga bisa dibunuh Bang Youngguk.

Jungrin mundur perlahan dan pada langkah ketiga dia mulai berlari menuju mobilnya. Jungrin melaju mobilnya seperti orang kesetanan. Dia tidak mempunyai tujuan yang pasti matanya berlinang air mata dan dadanya sesak dipenuhi dengan penyesalan.

“Kenapa aku begitu bodoh. Setan apa yang sebenarnya merasukiku?? Dasar bodoh” rutuknya dalam perjalanan.

CCCKKKIITTT~

Mobilnya berhenti didepan rumahnya. Dia mengunci seluruh akses masuk ke rumahnya itu tak terkecuali lubang anjing di pintu dapur bagian bawahnya.

Jungrin sendiri dilanda ketakutan yang mendalam. Matanya yang sudah bengkak dan sembab masih saja meneteskan air mata. Dia menarik selimutnya dan membawanya ke samping sebuah ruang kecil disamping lemarinya.

Ketakutannya berujung tragis bel pintu rumahnya terus berbunyi dan selang beberapa detik terdengar suara gemuruh pertanda ada orang yang sudah menjebol pintu rumahnya saat ini.

Tap.. Tap..Tap…

Terdengar suara langkah kaki dan suara-suara yang menunjukkan kalau orang itu tengah sangat marah dan membanting semua barang yang dilihatnya saat ini. Tangan Jungrin semakin meremas erat selimutnya.

Bbrrraakkk~ Pintu kamarnya terbuka. Matanya terbuka lebar saat Youngguk tengah menodongkan pistol kearahnya dan ..

DDDOORRRR~

Youngguk menarik pelatuk pistolnya. Peluru itu meluncur mulus di bahu Jungrin. Jungrin melempar selutnya ke arah Youngguk yang mengakibatkan indra pengeihatan Youngguk tertutup oleh selimut.

Hal itu dimanfaatkan Jungrin untuk kabur. Dia berlari sekuat tenaga keluar dari rumahnya. Sampai pada jalanan yang mobilitasnya sangat cepat dia menghentikan langkahnya.

Jungrin berada dalam dilema disatu sisi dia tidak dapat menyebrangi jalanan itu tapi disisi lain jika dia tidak dapat dengan segera menyebrang dia akan mati ditangan Youngguk namjachingunya sendiri namja yang begitu dia cintai.

Tak butuh waktu lama Youngguk untuk menemukan Jungrin. Pistol Youngguk juga sudah bersiap melepaskan pelurunya di kepala Jungrin. Jungrin melangkah mundur dan

CCCCKKKIIITTT~

BBBBRRRAAAKKKK~

~TBC~

Smoga ff ini bisa bwt readers galau *eh Hahahhaha~ Gk deh… Selamat menunggu part selanjutnya aja ya…

2 responses

  1. galau beneran

    September 30, 2012 at 2:22 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s