secret room of an angel

Secret Love Part 2 (END)

Tittle : Secret Love part 2

Author : Sung Jae Mi a.k.a devilygusiltapitakutamadosa
Lenghth : Twoshoot

Genre : Romance, Friendship, AU, sad ending

Cast :
Kim Yuki~ OC’s
Moon Jongup~ B.A.P

Choi Joonhong a.k.a Zelo~ B.A.P

Bang Youngguk~ B.A.P
Seo Jungrin ~ OC’s

Kim Himchan~ B.A.P

Jung Daehyun~ B.A.P

Yoo Youngjae~ B.A.P

Rating : PG 17

Yak bagi yang udah setia menunggu kelanjutan ff nistaku ini semoga galau *eh dengan part 2-nya yang udah ending tapi ngegantung ini.. Cemungut😛

^^HAPPY READING^^

Youngguk melihat sinis ke arah mayat Jungrin yang tertabrak truk yang melitas di jalan itu. Badan dan wajah Jungrin sudah tak berbentuk lagi. Youngguk memasukkan kembali pistolnya ke tempatnya.

Dia berjalan dengan santai meninggalkan kerumunan yang sedang memperhatikan mayat Jungrin saat itu. Matanya menunjukkan kepuasan karena Jungrin sudah terbunuh dan dia tidak perlu repot-repot untuk mengotori tangannya untuk membunuh Jungrin.

—-

Youngguk POV

Aku memacu mobilku kembali ke rumah. Hati ini sama sekali tak merasakan suatu penyesalan. Entah kenapa aku malah merasakan sebuah keberhasilan dan aku senang akan hal itu.

Sejak kejadian Zelo yang akan dibunuh itu aku memberitahukan kepada seluruh orang di rumahku untuk tidak berurusan dengan para earthling terutama yang berjenis kelamin yeoja. Dan jika hal itu sampai terjadi aku tidak akan segan-segan untuk membunuh mereka dengan tanganku sendiri dan tentu saja dengan cara yang mungkin saja sangat menyakitkan atau mengerikan.

Zelo menatap kearahku dengan tatapan nanar bahkan Daehyun yang biasanya hanya mengatakan ‘No Comment’ kini berkomentar.

“Kau keterlaluan hyung” Aku menempelkan telunjukku di bibirku. “Sekarang cepat hubungi Jongup. Kita lebih baik fokus ada tujuan utama kita kemari”

Himchan tidak banyak berkomentar dan langsung menuju kamarnya untuk menghubungi Jongup disusul dengan Youngjae, dan Daehyun. Sementara aku dan Zelo menuju labku.

—–

Kim Himchan POV

Aku tidak menyangka orang itu bisa berbuat sekeji dan senekat itu karena barang ciptaannya hampir saja dirusak. Aku juga tidak habis pikir semua penghuni di rumah ini harus terkena imbasnya.

Dengan lemas juga lesu aku mulai membuka notebookku dan mengetik beberapa sandi asing agar kami dapat terhubung dengan Jongup.

Aku aktifkan webcam notebook ini. Tak lama kemudian terpampanglah wujud matoki Jongup dengan masker hijaunya.

“Himchanie hyung~”

“EO?! Jongupie kapan kau akan berangkat ke bumi kami sudah menemukan    sumber tenaganya hanya saja kau belum datang jadi kami tidak dapat menjalankan apa yang kami rencanakan”

“Ne Jongupie kau harus menyelesaikan UFO-mu itu dengan segera. Dan satu lagi disini sedang ada peraturan baru yan harus kau mengerti dan jangan sampai kau langgar” Youngjae menambahkan

Wajah Joungup terlihat bingung.

“Apa itu hyung???”

“Kau jangan sampai berurusan dengan para eathling yeoja karena Youngguk hyung akan membunuh earthling itu jika ketahuan”

Jongup mengangguk tanda mengerti

“Jadi ingat pesan kami selesaikan UFO-mu dan jangan berurusan dengan para earthling”

“Ye hyung aku akan berusaha”

“Daehyunah apa kau ingin menambahkan??” tawarku

“No comment” aku menunjukkan wajah kesalku

“Sudah Jongupie kami tidak bisa berlama-lama. Annyeong”

KLIK~ —-

Di Planet Matto

Jongup POV

Aku mengusap peluh di kepalaku. Planet ini sedikit demi sedikit telah hancur karena sumber energi kami telah mati dan tidak dapat memancarkan energi lagi.

Dan sudah menjadi tugas hukuman kami untuk mencari energi pengganti. Hari ini adalah hari keberangkatanku. Dengan berat hati aku menyalakan mesin UFOku dan menerbangkannya menuju ke bumi.

Dalam perjalanan ke bumi aku melalui angkasa raya yang dipenuhi dengan sampah luar angkasa tentunya.

UFOku bergerak sesuai dengan petunjuk navigasi yang ada di UFO ini. Soal kecepatan jangan ditanya lagi. Karena jika kau menggunakan kendaraan earthling maka beribu-ribu tahun kalian baru bisa sampai di planet kami. Memang para earthling dapat bertahan hidup selama itu??

Kupandangi pemandangan angkasa luar di balik kaca dengan senyum yang tak pernah berhenti mengembang dari wajahku.

WUUUUZZZHHH~

Akhirnya aku sampai di bumi juga. Wow~ ternyata bumi sangat indah. Aku membaca navigasi didepanku ini.

“Mo..Mokpo?!” kenapa nama daerah ini aneh sekali. Huh?!

KRREEZZZTTT~

“EH??” aku menatap mesin didepanku ini. Perasaanku sudah tak enak. Kebingungan terpancar jelas dari wajahku saat ini.

“ANNDDWWEEEE~ AKU LUPA MENGISI BAHAN BAKARNYA~ AAAAAAA~” teriakanku kini kurasa sia-sia karena tak mungkin ada earthling yang masih terbangun jam segini. “AAAAAAA~” teraiakanku tak kunjung berhenti dan…

BBRRRAAAKK~

Benar saja UFO-ku meluncur mulus di atas sebuah pekarangan earthian. Jadilah pekarangan yang mulanya hijau sejuk dan rapi kini hancur berantakan akibat ulahku.

Kurasakan nyeri di kepalaku. Reflek aku langsung memegangi kepalaku dan meliahat ada darah yang ada di tanganku. Kuduga darah ini mengucur dari pelipisku yang terbentur tadi.

CCEEEKKIIZZZ~

Untuk memperkuat penyamaranku aku mengubah sosokku menjadi kelinci. Aku keluar dari pesawat. Langkahku terhuyung dan pandanganku mengabur tetapi mataku sempat menangkap bayangan kaki yang mendekat. Mungkinkah dia malaikat penolongku???

—–

Sinar matahari bumi yang mengenai mataku menerobos masuk ke ruangan dimana aku berada saat ini. Ruangan ini semuanya berwarna putih. Mungkinkah aku sudah meninggal dan masuk surga???

Aku merasakan pegal dan rasa sakit luar biasa di sekujur tubuhku. Pintu ruangan ini terbuka seorang yeoja yang sepertinya lebih muda dariku masuk dengan membawa sebuah nampan.

Aku memandangi wujudku sekarang. “Aku masih berwujud kelinci syukurlah” karena wujudku ini dia tidak dapat memahami bahasaku.

“Kasihan sekali kau kelinci lucu. Kau sudah sadar rupanya” tangannya membelai lembut pelipisku. Dia mengobati bagian-bagian tubuhku yang terluka dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang.

Setiap sentuhannya mampu memancarkan kehangatan yang tak pernah aku rasa sebelumnya. Inikah kekuatan yang disebutkan oleh para pemimpin planet kami?? Kekuatan para earthling??

Setelah selesai memperban bagian-bagian tubuhku dengan rapi tangannya mengambil semangkuk makanan sepertinya enak karena aku mencium aroma enak dari mangkuk itu.

“Sekarang kau makan dulu ya~ Karena kelinci menyukai wortel aku membuatkan soup untukmu. Apa kau suka soup??” dia menyodorkan sendoknya didepan mulutku. Aku membuka mulutku sehingga aku bisa merasakan betapa enak makanannya ini.

Yeoja ini seharusnya tidak memberiku soup apa mungkin dia mengenali wujud ini bukan wujud kelinci normal di bumi?? Tapi bukankah para earthling seharusnya tidak mengetahui wujud kami bahkan tidak mengetahui dimana planet kami.

“Karena wujud alienmu itu aneh maka aku akan menamaimu nama yang aneh ehhmmmm?? Da.. Da.. Dada” Yeoja itu menunjukkan senyumannya saat dia mencoba memberikanku nama.

“Sepertinya aku pernah melihat wujud alien ini” tanyanya pada dirinya sendiri tanpa menghentikan aktifitasnya untuk menyuapiku. “Mato?!” aku tersedak saat dia mengatakan nama planet yang kutinggali itu.

“Sepertinya aku benar karena melihat ekspresi kaget itu” Dia membawa mangkuk yang sudah kosong itu dan menghilang di balik pintu.

—-

Berhari-hari aku telah tinggal dan dirawat yeoja itu. Dia sudah seperti malaikat bagiku. Kini lukaku sudah sembuh total dan kekuatanku juga sudah pulih total.

Ingatanku melayang pada pesan terakhir dari Himchan dan Youngjae hyung untuk tidak berurusan dengan earthian. Sedangkan aku??

Aku segera mengubah tubuhku menjadi tubuh normalku alias wujud bumiku dan kembali merebahkan diriku di kasur kamar ini. Pikiranku melayang jauh. Mengingat saat-saat aku bersama yeoja itu.

FLASHBACK On~

          “Hey kelici jelek rasakan ini” Yuki menyemprotkan air ke wajahku. Kini kami tengah berkejar-kejaran di taman bunga miliknya. Dia tengah membenahi tamannya yang rusak karena ulahku waktu itu.

          “Eit~ Tidak kena” aku kembali menyemprotkan air dan akhirnya kena juga malah tepat di wajahnya. “Aduh~ Kena deh” Yuki tersenyum senang. “kau tau aku sangat menyukai  bunga ini. Terlihat cantik bukan” Aku mengangguk untuk merespon kata-katanya. Kamipun merebahkan tubuh kami diantara bunga-bunganya yang cantik miliknya.

Flashback Off~

Aku tidak mengerti bagaimana bisa mereka melarangku untuk berurusan dengan para earthian yang menurutku sangat baik.

Aku memutar bola mataku kesal. Dan tanpa sengaja memandangi kamar ini lebih cermat.

Aku baru mengamati kalau ruangan ini satu-satunya ruangan yang tidak didekorasi dengan warna biru. Ruangan ini lebih dominan dengan warna putih. Kakiku tergerak untuk melihat lebih jauh apa saja yang ada di kamar ini.

Di kamar ini ada sebuah lemari yang penuh dengan baju namja. Tetapi ini bukan baju yang seharusnya ada di tahun ini. Fashionnya begitu buruk.

Mataku menangkap sebuah laci yang ada di lemari ini. Dan tanganku mulai menarik laci itu. Ku lihat beberapa buku usang yang ada disini. Aku tertarik untuk membacanya karena covernya berjudul ‘Mato’.

Terlihat kertas yang sudah termakan oleh zaman sehingga aku harus sangat pelan dalam membukanya agar tak merobek halamannya.

SSSSRRREEEKKK~

Lembar per lembar kubuka dengan perlahan. Aku membaca dan mencermati tiap-tiap kalimat yang tertulis dalam buku ini. Beberapa menit telah berlalu. Buku usang ini sudah selesai kubaca. Buku ini… Buku ini mengetahui hampir setengah mengenai planetku. Tapi kenapa… Kenapa buku ini bisa ada disini???  Dan.. Siapa yang telah membuatnya???

Para penghuni mato semuanya mempunyai wujud manusia yang tampan dan cantik. Otak kami seharusnya jauh berada di atas rata-rata dan peralatan kamipun sekarang sudah canggih.

KKKKKRREEEEKKK~

Terdengar suara decitan pintu dari luar pertanda Yuki telah selesai di lab dan akan ke kamarnya untuk beristirahat. Yeoja itu masih sangat muda kenapa dia hanya tinggal sendirian dan lagi dia terlalu pintar untuk ukuran anak seumurnya.

Selama aku tinggal disini dia sangat menyayangiku. Menggendongku untuk berkeliling rumahnya tentu saja dengan wujud kelinciku. Memperlakukanku seakan dia mengerti bahasaku, memperlakukanku bukan sebagai seekor binatang tetapi sebagai seseorang. Di matanya menyorotkan sebuah ketertarikan besar. Mungkinkah dia atau keluarganya yang menulis ini??

Dalam buku ini dijelaskan kalau seorang matoki dapat mempunyai anak dari seorang manusia. Dalam buku ini juga tertulis bahwa setiap manusia bisa menjadi sosok matoki sesuai dengan kepribadiannya tetapi tidak tertulis kalau matoki mempunyai wujud manusia.

Mungkin penelitian ini sudah berakhir atau mungkin hanya ditunda. Aku menutup buku ini dan mengembalikannya ke tempat semula dengan menyisakan tanda tanya besar di otakku.

Aku memutuskan untuk menuju lab Yuki sekarang ini. Kulihat jarum jam di ruang tengah yang menunjukkan pukul 1 dini hari. Aku berusaha berjalan tanpa suara dan berhasil Yuki tak mendengarnya.

Di dalam lab…

Kenapa bisa lab secanggih ini berada di bumi??? Bukannya lab seperti ini harusnya hanya ada di planetku?? Kenapa aku baru menyadarinya…

Aku berputar-putar di lab ini dan akhirnya menemukan sebuah kardus yang  berisi foto-foto yang nampaknya sudah sangat lama. Hal ini terlihat dari warnanya yang sudah mulai menguning.

“Kenapa kotak ini sepertinya belum terjamah bahkan oleh Yuki sekalipun” Aku mengamati satu per satu foto dalam kotak ini. ‘Ahjumma ini sepertinya aku pernah melihatnya’ aku kembali mengamati wajah ahjumma ini. Ah mollayo sebaiknya aku membawanya saja.

Aku merapikan foto-foto ini kemudian mengembalikannya ke tempat semula. Mataku mengerjap-ngerjap saat menangkap pesawat UFO-ku yang sudah kinclong *bahasanya abaikan. Sudah kembali seperti semula.

“Jadi karena aku Yuki setiap hari harus melembur di lab” aku yakin mataku sekarang sedang menunjukkan rasa bersalahku. Apa yang bisa aku lakukan untuknya ya??? Dia sudah terlalu baik padaku.

Aku kembali kamarku dan merenungkan semua ini. Setiap aku memandang matanya sebagai matoki aku merasa sangat senang. Tapi ada sesuatu yang tersirat dalam matanya. Sesuatu yang tak pernah bisa kuartikan.

——

Yuki POV

KKKKKRRRRRIIINNNGGG~

Pelajaran berjalan lancar seperti biasanya. Songsaenim dan semuanya masih tetap sama. Karena ini tahun terakhir aku bersekolah disini, pelajaranku sedikit lebih padat untuk mempersiapkan ujian kelulusanku.

Mataku tak berhenti menatap tiap gerakan yang dilakukan Jung songsaenim. Tanganku juga tak lupa mencatat beberapa hal yang kurasa penting.

Seperti biasa juga banyak temanku yang meminjam catatanku. Selesai memberikan tugas songsaenim memberikan pengumuman mengenai rapat yang diadakan oleh sekolah dan para wali murid harus datang.

Semua ini membuatku sedikit muak. Sebelum appa meninggal appa mengatakan kalau aku masih mempunyai eomma yang selalu mengawasiku meski aku tak mungkin bertemu dengannya.

Siapa eomma yang dimaksudnya apakah itu Kim ahjusshi??? lucu sekali. Orang tua??? Aku cukup senang mempunyai Kim ahjusshi disampingku. Seorang ahjusshi yang diam-diam aku sayangi sebagai appaku meski dia sedikit aneh.😛 *Tebak siapa appa yang dimaksud

Berjam-jam melakukan sekolah yang melelahkan ditambah belakangan ini aku sering begadang karena meneliti pesawat milik makhluk matto yang mirip kelinci itu. Benar juga kenapa aku tidak melanjutkan penelitian appa mengenai matto.

KKKKKRRREEEKK~

Kubuka pintu rumahku perlahan. Aku mengingat kalau aku belum memberi makhluk itu makanan akhirnya aku memutuskan untuk memasakannya makanan dahulu.

SRENG~ SRENG~ SRENG~

Tanganku dengan sigap menumis beberapa bumbu. Aroma bumbu yang kutumis ini merebak memenuhi ruangan ini. Aku suka memasak walaupun masakanku mungkin tak seenak masakan para koki.

Akhirnya masakan yang kubuat telah jadi berserta dengan minumannya sekaligus. Tapi tunggu dulu kemana makhluk mato itu??? Ah biarkan saja aku letakkan makanan ini di meja mungkin dia sedang berjalan-jelan keluar.

*****

Jongup POV

“Annyeong Yuki-ya” aku menyapanya riang. Matanya menyipit dan berjalan menghampiriku. “Siapa kau??” “Aku makhluk mato yang kau rawat itu. Perkenalkan nama bumiku Moon Jongup. Karena kekuatanku telah pulih aku bisa berubah menjadi sosok manusiaku”

Yuki POV

Aku kaget mendengar perkataannya. J…jadi d…dia punya wujud manusia. Tidak mungkin… Aku telah menunjukkan semua personalityku padanya. Pasti sekarang aku sudah memunculkan semburat pink dipipiku.

“Begitu.. Jadi apa kau sudah memasakkan sesuatu untukku?? Cepat ganti bajumu dan makanlah bersamaku Yuki-ya” perhatiannya mirip dengan oppaku. Jongie oppaku.

Author POV

Berhari-hari Jongup tinggal dengan Yuki dengan wujud manusianya. Dia bercanda mengajari Yuki beberapa gerakan dance. Dan hal ini perlahan membuathati es Yuki sedikit meleleh.

Walaupun dia masih kurang bisa menunjukkan senyumannya dan jika ditanya apa kau sedang tersenyum dia mengatakan tidak tetapi sebenarnya dia tersenyum melihat kelakuan Jongup yang konyol. Mereka sering menghabisakan waktu bersama.

Suatu hari….

Di ruang makan…

Aku makan dengan cukup lahap entah apa yang membangkitkan selera makanku. Jantungku tak berdetak dengan normal. Fokusku tak karuan. Apa yang terjadi hari ini??? Semua ini…. Belum pernah aku alami bahkan perasaan senang sekarang sedang menjalar ke seluruh tubuhku. Perlahan tapi pasti perasaan itu menyusup sempurna ke otakku dan membuatku ingin terus tersenyum. Perasaan macam apa ini???

Sebisa mungkin aku menahan semua perasaan ini. Aku menahan senyumku. Iris mataku mentap Jongup oppa yang tengah memandangiku dengan senyuman yang tak sedetikpun menghilang dari wajahnya.

“Kenapa kau memandangiku seperti itu???” tanyaku masih tanpa ekspresi dan nada bicaraku yang terkesan dingin. “Oh ayolah mana senyumanmu?? Aku ingin melihatnya…” katanya dengan nada suara yang dibuat sok imut

“Sudahlah jangan berbuat seperti itu. Sekarang karena kau sudah sembuh. Apa tujuanmu kesini??? Jika kau sedang mencari kelompokmu aku akan mencarikannya dan segera mengantarmu kesana”

“Aku adalah utusan dari mato aku bertugas untuk mencari sumber tenaga baru di bumi dan aku telah menemukannya Kini aku tengah mencari hyungdeulku yang telah terlebih dahulu datang ke bumi” aku menaikan salah satu alisku. “Jenis kekuatan apa yang kau temui itu??” Matanya mengerjap “Kekuatan itu dimiliki semua manusia. Dan aku telah merasakannya berkat kau”

Namja ini.. Kata-katanya membuatku semakin bingung. “Baiklah langsung pada poinnya saja jangan berputar-putar itu membuatku bingung kau tau??” Eh?! Namja ini malah berdiri dari kursi dan melakukan gerakan berputar.

“Kekuatan itu adalah ‘Cinta’ apa kau tau??? Nan neol saranghae”

Deg…Deg…Deg…

Oh ayolah kemarin kuanggap diriku gila karena menyukai sosok mato yang seperti kelinci itu. Dan sekarang giliran dia punya sosok manusia dan mengatakan kalau dia mencintaiku aku malah membeku disini. Yuki-ya apa yang ada dalam otakmu sekarang.

“Kau gila~ Mana ada kekuatan sejenis itu???” aku menyelesaikan makanku dan beranjak menuju lab kesayangku dan appaku.

Lebih baik aku segera mencari koloninya disini agar dia bisa segera pergi dari sini.

Tap.. Tap…Tap…

“Jadi apa kau menemukan mereka??” dia tiba-tiba sudah ada disampingku dengan kepala yang mengintip di balik bahuku. “Sudah.. Dan sepertinya aku pernah kemari…” aku mengamati jalan dan mengklsik beberapa kali agar informasi yang ku terima dapat semakin besar.

Setelah cukup besar aku baru mengenali kalau ini rumah milik robot bernama Zelo oppa. Tak kusangka mereka juga merupakan planet mato pantas peralatan mereka sangat canggih sehingga dapat membuat robot seperti Zelo oppa.

Terima kasih padanya berkat dia aku menjadi sedikit terbiasa memanggil orang dengan oppa. Walaupun dia terlampau polos.

“Jadi?? Apa kau tau tempatnya??” Aku mengangguk mantap. “Aku sudah pernah ke sana untuk suatu urusan” wajah Jongup oppa berubah penasaran.

Karena tempat ini terlampau jauh dan mobilku itu sedang dalam pembenahan maka aku akan meminta Kim ahjusshi untuk mengantar kami.

Ting..Tong…

Kim ahjusshi keluar rumah dengan wajah sedikit terkejut. “J…Ja masuk” ada yang aneh di kalimatnya. Tak biasanya dia gagap seperti itu.

Di dalam…

“Ahjusshi bisakah kau antar kami ke rumah ini??” Kim Ahjusshi mengangguk. “Tentu. Siapa temanmu ini??? Baru kali ini kau membawa seorang TEMAN ke rumahku.. Apa dia namjachingumu???”

Dasar ahjusshi genit. “ANY” *jawabanYuki “NE” jawab aku dan Jongup bersamaan tetapi dengan jawaban yang bertolak belakang.

“Ah, sudahlah anggap saja keduanya benar. Ja kita ke mobil” Ahjushhi berjalan duluan keluar rumah. Aku menatap Jongup oppa dengan tatapan tajam khas milikku.

“Yuki-ya kau belum membalas kata-kataku di dapur tadi” Tanpa memperdulikannya aku langsung keluar rumah. “Ayolah jawab sekarang” dalam mobilpun dia masih saja menanyakannya.

“Begini ya Jongup-sshi kau bukanlah tipeku. Lagipula bukannya kau dilarang untuk berhubungan dengan earthian sepertiku?” kataku dengan penuh penekanan. Kudengar kekehan kecil. Pasti kekehan ini milik Kim ahjusshi. Ahjusshi aneh yang genit itu. “Kenapa aku bukan tipe idealmu???” Aku memutar bola mataku. “Karena rambutmu yang berwarna konyol itu” jawabku seadanya.

Author POV

Berjam-jam lamanya mereka tak saling bicara. Jongup terus mengacak rambutnya terkadang menggerutu sendiri menyalahkan rambutnya.. Akhirnya mereka sampai di rumah itu.

“Kau tidak turun Cheonsa ya??” tanya Jongwoon pada Yuki. “Any ahjusshi. Dan kau cepat turun sana” Jongup dengan wajah lesu turun dari mobil Hati kecilnya berkata kalau dia tak mau turun dan ingin ikut Yuki saja kembali ke Mokpo.

Yuki membukakan pintu samping Jongup. Mengisyaratkan kalau Yuki akan senang jika Jongup segera turun. Dengan langkah berat Jongup akhirnya turun juga.

Mobi Yuki di menghilang dengan cepat.

Ting Tong

Jongup disambut dengan ramah oleh hyung-hyungnya. Tak membutuhkan waktu lama dia segera bisa beradaptasi kembali dengan hyungdeulnya itu. Dia merasakan senang tetapi juga susah. Di sini dia mendapatkan sahabat baru. Dia adalah robot ciptaan hyung tertuanya Bang Youngguk.

Di rumah Youngguk Jongup dilatih berbagai macam hal. Seperti memasak, pengetahuan, menjadi seorang trainers, tata tertib di bumi, dan masih banyak lagi. Dia juga didaftarkan menjadi trainers di TS Entertaiment.

Sampai pada suatu hari…

“Hyung~” panggil Jongup pada Youngguk yang tengah asyik menonton film perang. “Wae???” “Kekuatan yang akan kita dapatkan itu apa hyung jika kita menjadi seorang artis disini??”

“Tentu saja sorakan. Aku telah mencobanya sendiri dan itu sangat berpengaruh” Jongup menunduk. “Hyung sebenarnya aku telah menemukan kekuatan yang lebih baik dari sorakan para earthling”

Youngguk otomatis mematikan TVnya. “Kekuatan baru??? Lebih Dahsyat?? Apa itu??” tanya Youngguk dengan wajah penasaran. “Cinta hyung” “Huahahahahahaah~” tawa Youngguk membahana tetapi hanya sesaat wajahnya berubah serius.

“Kau tau?? Dilarang ada cinta disini. Cinta dilarang apalagi cinta dari para earthling yeoja. Camkan itu. Jika sampai ketahuan akan kubunuh yeoja yang kau sukai itu. Apa kau mau??” Ucapan Youngguk tak main-main.

Jongup hanya bisa mengangguk pasrah. “Pergi ke kamarmu dan jangan berbuat macam-macam” Jongup berjalan lemah menuju kamarnya.

Di tempat lain….

Yuki menatap fokus songsaenimnya seperti biasanya dia bersekolah. Sampai di rumahnya dia merasakan sepi dan rasa rindu yang amat mendalam. Dia merutuki nasibnya sebagai yeoja pendiam yang tak mengerti bagaimana perasaannya sendiri. Yeoja yang lebih memilih menjaga imagenya daripada memenuhi kebutuhan hatinya.

“Huh~ Lebih baik aku berkebun saja daripada berpikir hal tak penting seperti tadi” Yuki merasakan rasa rindu pada Jongup. Namja dari planet mato yang sedikit bisa menghibur rasa sakitnya.

Terlalu banyak rasa sakit yang dirasakannya. Tapi Jongup telah mengubah rasa sakit itu menjadi sebuah keceriaan dengan sosoknya yang ceria.

—–

Jongup kini telah menjalani dunia keartisan. Diam-diam Yuki memperhatikan menjadi stalker Jongup. Dia memutuskan untuk pindah ke Seoul setelah lulus dari sekolahnya.

Sampai pada suatu hari terciptalah pertemuan yang telah diatur oleh takdir. Jongup dan Yuki bertemu. Mereka saling bertatapan dengan wajah yang sendu. Tak beruntungnya Youngguk melihat kejadian itu.

Youngguk mulai mengawasi Jongup lebih dari yang lain. Jongup selalu bertemu dengan Yuki. Tapi dalam pertemuan itu tak ada satu katapun yang keluar dari mereka bahkan tatapan mereka tak pernah saling bertemu. Mereka takut ada seseorang yang mendapati mereka.

Jongup POV

Pertemuan ke-2

Di Coffee Shop…

“Hahahaha benar itu lucu” “Kenapa celanamu begitu jelek…” Youngjae dan Himchan hyung sedang asyik bercanda tanpa menyadari kegelisahanku. Hatiku sangat merindukannya.

Berkali-kali aku mencoba meliriknya. Aku duduk di pojok kanan ruangan ini sedangkan dia duduk di pojok kiri ruangan ini. Sendirian dengan menyeruput kopinya.

Yuki POV

Pertemuan ke-3

Dia duduk di ruang tunggu bandara begitu juga aku. Dia sendirian disini. Tak ada satupun teman yang terlihat bersamanya. Kami hanya bisa duduk berjauhan dibatasi oleh satu kursi panjang. Kami duduk dalam diam.

Lagi-lagi tak ada kata-kata yang keluar dari bibir kami. Walaupun begitu aku merasa setiap pertemuan kami sangat berharga. Setiap detik yang kuhabiskan bersamanya sangat berarti.

Jongup POV

Aku sampai pada satu titik jenuh dalam hubungan ini. Aku akhirnya memutuskan untuk menemuinya di rumahnya. Dia tengah duduk dihalaman dengan tangan yang menggenggam bunga kesekaannya itu. Aku langsung memeluknya dari belakang. Dan membisikan kata…

“Aku menyukaimu dan akan selalu seperti itu” Yuki menunduk bulir-bulir air mata penyesalan membasahi bumi tempatnya berpijak saat ini. “Mianhae aku telah mengecewakanmu. Manusia dan Matoki tak akan pernah bisa bersatu” Yuki menatap mataku.

“Aku terlalu pengecut untuk melawan Youngguk hyung. Aku mencintaimu Yuki-ya aku mohon tunggulah aku. Sampai pada saatnya kita akan bisa menjadi pasangan normal” Tak pernah ada pengakuan rasa dari Yuki tapi sikapnya menunjukkan kalau dia juga memiliki perasaan yang sama dengaku.

Perasaan lega memenuhi rongga dadanya kali ini.

Youngguk POV

Moon Jongup dan Kim Yuki. Cih pasangan yang menyedihkan. Aku mengepalkan tanganku dan meninjukannya pada sebuah pohon. Tak kuperdulikan darah yang mengucur di tanganku.

Dongsaeng bodoh bukannya setiap hari dan setiap detik sudah kuperingatkan dia agar tak menjalin hubungan dengan seorang earthian yeoja. Berbulan-bulan telah aku pendam dan ku awasi dongsaengku yang satu itu.

Lihat saja hubungan mereka akan segera berakhir setelah kejadian melankolis tadi. Jangan salahkan aku jika pisau dan revolverku yang bertindak.

Aku kembali ke dorm dengan wajah mengerikan yang kupunya. Tak ada orang kecuali Zelo yang ada di dorm. Zelo menyadari tatapan mataku yang berubah sinis ini.

“Hyung apa yang terjadi padamu?? Apa ada suatu masalah??” aku menggeleng dan melangkah menuju ruanganku yang dipenuhi dengan peralatan membunuh.

Tanganku bergerak mengambil salah satu pisau yang terpajang diruangan ini. Mengasahnya dengan penuh amarah. Setelah ku kira cukup runcing aku memasukannya ke dalam sebuah baju yang ada disini. Baju yang akan menjadi saksi bisu hal keji yang akan kulakukan.

Tak berhenti disana aku menarik beberapa cadangan peluru dan memasukannya dalam sebuah pistol kesukaanku. Besok akan menjadi hari bersejarah bagi hubungan Jongup dan Yuki.

Author POV

Keesokan harinya….

Yuki terbangun dari tidurnya. Samar-samar dia melihat sosok yang dikenalinya menutup mulut dan hidungnya dengan sebuah sapu tangan. Tak beruntungnya sapu tangan itu mengandung obat tidur. Seketika Yuki langsung pingsan.

Youngguk dialah yang melakukan semua ini. Tangannya dengan cekatan membawa Yuki ke tempat lain yang di rasanya cukup aman untuk melakukan kelakuan kejinya.

Dia mengikat Yuki pada sebuah kursi dalam gudang tak berpenghuni. Tangannya mengambil peralatan untuk membunuh Yuki. Efek obat tidur Yuki perlahan menghilang matanya mengerjap dan dia mulai meronta untuk melepaskan diri.

Dia merasakan tangan dan kakinya disayat-sayat oleh seseorang. Suara berat milik orang itu terdengar membahana dan mengerikan di telinga Yuki itu. “KENAPA KAU MEMBUAT JONGUP MEMBANTAHKU?? HAH?? WAE??”  “Mianhae Youngguk oppa Aku tak bermaksud melakukan semua itu~ Apa yang akan kau lakukan padaku?? Lepaskan aku”

“HAHAHAHAHAHAHA~ Tentu saja aku ingin membunuhmu” tercipta tawa meremehkan nan mengerikan dari mulut Youngguk.

JLEB~

Tak puas sekali menusuk perut Yuki Youngguk menusuk perut Yuki berkali-kali. Rintihan demi rintihan yang dikatakan Yuki tak dihiraukan oleh Youngguk. “Gemanhae oppa~ Jebal ini begitu… Sakit” Yuki telah bersimbah darah. Wajahnya yang segar berubah menjadi pucat pasi.

“Ada pesan sebelum mati??” tanya Youngguk. “Katakan pada Jongup oppa kalau aku mencintainya”

DOOORRR~

Peluru Youngguk bersarang tepat di Jantung Yuki. Yuki sudah tak bernyawa kali ini. Tak ada lagi rontaan dan rintihan yang terdengar. Sepi…

Dengan wajah puas Youngguk meninggalkan begitu saja mayat Yuki di gudang itu.

“Selama menempuh hidup baru di Neraka Yuki-ya” Youngguk hanya mnegatakan sederet kata itu sebelum dia benar-benar meningalkan gudang.

Beberapa bulan kemudian…

Jongup POV

Setelah endengar berita kematian Yuki dari Zelo saat itu aku menjadi orang yang aneh. Dianggap anh karena aku berubah menjai karakter 4 D. Sangat suka bermain sendiri.

Manager hyung menghampiriku. “Jongupie ada titipan dari seorang fans beratmu” katanya. Kubuka kotak kecil berwarna biru itu dengan perlahan dan mendapati bunga kesukaan Yuki di dalamnya. “Mungkinkah…..”

THE END

Tuh kan ending… Gantung… ^^ #kaburrrr

4 responses

  1. ecieee note diawal udah ngomong kalok bikin galau #cih -.-‘
    Youngguk melihat sinis ke arah mayat Jungrin yang tertabrak truk yang melitas di jalan itu. -> *melongo*
    Badan dan wajah Jungrin sudah tak berbentuk lagi. -> *YEEES*
    Karena rambutmu yang berwarna konyol itu” -> Blonde Asian People kekeke
    pertemuan 2 -> secret love beneran
    Aku langsung memeluknya dari belakang. Dan membisikan kata -> *HUWAAAA*
    Dia merasakan tangan dan kakinya disayat-sayat oleh seseorang -> *andwae~*
    “Ada pesan sebelum mati??” -> *ANDWAE!*
    Ending -> segini ? nggantung pake banget
    tambah galau bung tadinya galau lightstick beast & big bang + DVD big show T.T

    October 17, 2012 at 9:25 am

  2. HAHAHA~ DL😛

    October 17, 2012 at 9:35 am

  3. keren tapi sayangnya ceritanya gantung

    July 12, 2014 at 3:48 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s