secret room of an angel

ROBOTIC LOVE Part 1 (SEKUEL SECRET LOVE)

Image

Tittle : Robotic Love Part 1

Author : Sung Jae Mi a.k.a devilygusiltapitakutamadosa
Lenghth : Chapter 

Genre : Romance, Friendship, AU, fantasy

 Cast :
Kim Yuki/ Lee Cheonsa~ OC’s
Moon Jongup~ B.A.P

Choi Joonhong a.k.a Zelo~ B.A.P

Bang Youngguk~ B.A.P
Yang lain Find by Yourself🙂 ya…..

Rating : PG 13

FF ini merupakan ending yang sebenar benarnya dari fanfictku yang berjudul Secret Love … So??? Kagak ada lagi yang namanya readers galau lagi deh disini… Check This Out :DDD

^^HAPPY READING^^

In scary I can see you

In pain I can see you

Even it very hurt I can see you

But In near I can’t reach you

My Love just for you

Even if you are too far from me

And I don’t match for you now on

Please let me wishper ‘I LOVE YOU’ just for you

‘SARANGHAE’

*****

Yuki POV

Ku tatap langit mendung didepanku. Salju dengan deras turun di tiap sudut kota tanpa terkecuali halaman indahku. Malam ini adalah malam winter ke 10 untukku. Malam winter terdingin yang pernah ku rasakan. Tersiar berita tentangmu di Televisi tiap hari tak mengubah pendirianku tentang dirimu.

Aku menatap pantulan diriku di depan cermin. Tanganku ku tempelkan pada dada ini. Tak kurasakan detakan jantungku yang dulu bisa kurasakan. Semua itu telah hilang tergantikan dengan mesin yang terpasang teratur dalam tubuhku. Badanku pucat dan sedingin es yang turun malam ini. Mataku sayu tak memancarkan kehidupan tapi otakku tetap hidup…. perasaanku tak mati. Kenangan indah dan pahit masih tersimpan rapi dalam memori ini.

Cerita cintaku memang tak semulus kisah para puteri di negeri Dongeng. Kisah cintaku penuh dengan penderitaan dan pengorbanan. Meskipun seperti itu jauh dalam lubuk hatiku ku masih mengharapkan sebuah ‘Happy Ending’ dalam memoriku.

Kuingat betapa sakit tubuh ini saat di hujam berkali-kali oleh pisau. Kuingat tawa mengerikan yang telah merenggut nyawaku. Tak pernah kusangka hidupku akan sehancur dan semenderita ini.

Hingga sepasang tangan memberiku pertolongan. Zelo oppa robot manusia yang waktu itu ku tolong kini berbalik menolongku. Dia tak membuang mayatku seperti yang di perintahkan Youngguk oppa tapi dia merawatku dan menghidupkanku kembali tetapi bukan sebagai manusia melainkan sebagai sebuah robot manusia.

Tak pernah kuucapkan sepatah katapun pada orang lain. Hidupku kini hanya bermodalkan kertas dan bolpoin untuk berbicara. Aku tak berharap dapat hidup kembali. Hidup yang kulalui begitu berat. Aku dilanda depresi tingkat akut. Tak bisakah kau mengubah diriku yang sekarang Jongup Oppa???

******

Jongup POV

Mungkinkah kami masih mempunyai masa depan akan cinta??. Hidup menjadi seorang idola demi menghidupi planet kami memang begitu sulit. Di depan media kami harus tertawa meski dalam hati ini tengah menjerit kesakitan…. meski dalam hati ini tengah bernaung awan hitam yang begitu kelam.

Malam winter ini aku hanya bisa menatap salju-salju yang turun dengan lebatnya di balik jendela kamarku. Tak ada lagi bunga yang bermekaran di malam winter ini. Ini merupakan malam ke sepuluh aku tak menerima kiriman bunga. Bunga yang aku yakin miliknya. Yeojaku yeoja yang teramat sangat kucintai. Tapi …. Itu hanya kata hatiku.

Hal yang kualami begitu menyakitkan dan teramat pilu. Ku mencoba untuk mencari kesibukanku sendiri hingga ku dikenal berkarakter 4D.

Ku tatap bunga terakhir yang dikirimkan olehnya. Bunga yang begitu cantik tapi membuat hati ini pilu. Ku ingat detik-detik kebodohanku…

Flashback on~

 

Aku berjalan melalui Zelo yang tengah mondar mandir. Sejenak ku duduk menikmati rotiku ku lihat Zelo berlari dengan wajah suram. Karena dia terlihat mencurigakan akhirnya ku buntuti dia.

 

Wajahnya kembali terlihat bingung saat sudah sampai di sebuah daerah sepi yang gelap yang merupakan sisi lain kota Seoul. Samar-samar ku lihat Zelo membungkuk pada seseorang. Ku teliti tiap centi tubuh orang itu. Dia adalah Youngguk hyung. Bajunya terlihat kotor. Bernoda bercak-bercak merah yang tak kuketahui apa itu.

 

“Bereskan dia” Youngguk hyung berjaan santai pergi meninggalkan Zelo. Tercium bau anyir saat Youngguk hyung lewat. Mungkinkah dia telah membunuh seseorang.

 

Tak tampak siluet Youngguk hyung lagi di kejauhan. Zelo menangis di depan gudang itu. Dia memukul-mukul pintu itu dengan kuat sehingga menimbulkan bunyi yang menggema. Dia juga menjerit.

 

“AAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRGGGGGHHHHHHHH”

 

Kudekati dia kutanyakan apa yang sebenarnya terjadi. “Zelo-ya?! Neo wae irrae???” tatapannya berubah nanar. “Mianhae hyung. Aku benci diriku yang mengetahui semuanya. Tapi aku mohon untuk kali ini percayalah padaku dan kembalilah. Saat aku sampai di dorm nanti ku akan menceritakan sebuah kabar penting. Jadi sabarlah menungguku” Ku tatap matanya yang berusaha meyakinkanku.

 

Akhirnya dengan berat hati dan menyisakan tanda tanya besar di kepalaku aku meninggalkan tempat itu.

 

Berjam-jam kunanti kehadirannya. Hatiku begitu gelisah. Apakah orang yang di bunuh Youngguk hyung itu ada hubungannya denganku?? Kalau iya siapa orang itu??

 

KRRRRREEEEKKKKK~

 

“ZELO-ya” Zelo menghela nafas begitu panjang. Dia mendekatiku dan membisikkan kata-kata yang membuat seuruh indraku mati guna. Otot-ototku terkulai lemas tak kuat menopang tubuh ini. ‘YUKI TELAH DIBUNUH YOUNGGUK HYUNG KARENAKU DAN PESAN TERAKHIRYA ADALAH DIA MENCINTAIKU’

 

*****

Zelo POV

Aku benci semua drama yang terjadi dalam rumah ini. Ku coba sekuat tenaga untuk melindungi dua orang berharga dalam hidupku. Jongup hyung dan Yuki. Kisah cinta semu mereka tak dapat terselamatkan saat itu. Kisah mereka yang dulunya begitu manis harus berubah menjadi pahit karena Youngguk hyung. Orang yang telah menciptakanku.

Ku tak mengerti dengan kekelaman dalam otaknya. Dia begitu mudah hilang kendali. Tapi kenapa harus Yuki yang dia bunuh?? Kenapa??? Dulu Jongup hyung begitu hangat dan ceria. Tapi sekarang saat dia sendiri kurasakan penderitaan dan luka yang dirasakannya. Diam-diam dia menangis di saat semua telah tertidur. Bulir-bulir air mata itu dengan mudahnya turun dari mata sipitnya.

Kehidupan cinta mereka begitu rumit. Ku harap masih ada secerca harapan untuk mereka dapat kembali.

Dengan penyamaran yang super kulangkahkan kakiku masuk ke dalam bus jurusan Mokpo. Sampai disana ku tatap gelisah wajah Yuki yang tengah tertidur.

Baterai kami di ganti 1 tahun sekali sekarang akibat kemajuan teknologi di planet Mato. Ini semua juga berkat dia. Tanpanya Jongup hyung tak akan sampai di rumah kami.

Perlahan ku selimuti tubuh mungilnya. Malam ini begitu dingin tak banyak ku tahu bagaimana penyesuaiannya terhadap keadaan barunya. Mungkinkah dia masih merasa depresi. Aku rasa ia masih merasakan depresi…

Semenjak dia sadar dia tak pernah mengucapkan satu patah katapun hingga sekarang. Apa yang bisa aku lakukan aku bukanlah seorang ahli jiwa atau psikiater. Mungkin hanya satu orang yang dapat mengobatinya. Dia adalah Jongup hyung.

Aku menuju lab Yuki perlahan. Kutatap semua komputer di rumah ini. Kim ahjusshi sudah meninggal beberapa bulan yang lalu mungkin ini juga salah satu faktor kenapa Yuki begitu merasa depresi.

Walaupun dia kini seorang robot manusia sama sepertiku tapi dia juga punya hati hanya saja ada satu pertanyaanku… kenapa di rumah ini terasa ada yang ganjal dan serasa sedang berada di Lab Mato?? Pernah aku diajak satu kali ke sana dan juga seperti ini rasanya. Penuh dengan alat yang terlalu canggih hingga aku takut untuk mencobanya.

Aku menatap alat-alat di lab ini satu per satu. Alat disini benar-benar canggih. Dan kenapa Yuki begitu ahli menggunakannya di usianya yang dini?? Pikiranku melayang jauh. Mungkin Jongup hyung menyimpan sesuatu tentang Yuki.

Ku tatap semua ini dan menemukan suatu foto lama yang nampaknya halaman disobek. Kutatap foto ini lekat-lekat. Ini foto masa kecil Yuki dan namja paruh baya ini mungkin appa Yuki yang diceritakan Kim ahjusshi telah meninggal waktu itu. Pertanyaannya adalah dimana potongan foto ini??

Aku berjalan dan tengah mendapai Yuki yang sudah terbangun dia menunjukkan bukunya. ‘Oppa wasseo?? Onje?? Apa kau yang menyelimutiku??? Gomawo’ dia membuka satu persatu halaman yang ada di bukunya untuk mengucapkan apa yang ingin dikatakannya.

“Oh,, Cheonma… Yuki-ya oppa hanya ingin bertanya apa kau ingat foto ini??” ku tunjukkan sobekan foto yang kutemukan tadi. Tiba-tiba dia memegangi kepalanya. Dia nampak kesakitan. Kemudian tangannya dengan lincah menulis sederet kalimat di bukunya.

‘Dimana oppa mendapatkan ini?? Foto ini membuat kepalaku sakit’ Aku menggelang pelan. “Di Labmu mungkin ini punya Kim ahjusshi yang tertinggal. Kalau begitu istirahatlah” Dia menggeleng. “Kenapa bukannya kepalamu sakit??” Tangannya menunjuk ke arah jendela.

“Oh, kau ingin melihat salju dulu.. Baiklah Oppa keluar dulu ya..” Aku tersenyum dan melangkah pergi menuju ruang tamu.

Semua pertanyaanku telah terjawab. Sepertinya foto ini adalah sebuah kenangan yang telah dihapus oleh appa Yuki. Tapi kenapa?? Kenapa harus dihapus??? Aku harus mencari tahu.

*****

Yuki POV

“APPA~ BIARKAN AKU BERSAMA EOMMA” teriakku,,, tapi appa menarik tanganku secara paksa. “Kau tidak bisa nak ayo kita pulang” “OPPA~” Teriakku sambil menangis. “SHASHA-ya”

Apa arti mimpiku itu??? Kenapa setelah melihat foto itu aku jadi bermimpi aneh?? Siapa namja yang kupanggil oppa itu??? Kenapa bentuknya mirip… Ah sudahlah mungkin hanya khayalanku karena terlalu banyak memikirkan Jongup oppa.

KKKKRRRREEEEKKKK>>>>>

Aku memalingkan wajahku ke arah pintu. Zelo oppa masuk dengan senyuman yang mengembang. “Yuki-ya kau sudah bangun???” Aku mengangguk.

“Oppa harus pulang sekarang. Jika kau sudah dapat berbicara oppa akan membelikanmu rumah di Seoul dan kau dapat tinggal sendiri. Jadi apa kau tertarik untuk dapat berbicara???” Mataku membelalak dan mengangguk semangat. “Baiklah.. Oppa nanti masih ada jadwal jadi hati-hati di rumah ya… Oppa akan bekerja dulu” aku mengangguk dan melambaikan tanganku.

Hati kecilku yang lelah mulai termotivasi. Jika selama ini aku hanya dapat melihat Jongup oppa dari televisi kali ini aku ingin hadir di setiap waktunya memandanginya lebih dekat.

Aku menyalakan tablet milikku dan mendownload beberapa video. Aku mulai belajar berteriak sebagai seorang baby.B.A.P MOON JONGUP~ B.A.P CHOI JUNHONG~ SARANGHAEYO B.A.P~ Aku juga dengan cepat telah menghafal lagu-lagu B.A.P mungkin 2 minggu ke depan aku sudah bisa pindah ke Seoul. Jongup oppa tunggu aku walaupun aku tak akan mungkin berani untuk menemuimu.

Author POV

2 minggu kemudian….

Di suatu stasiun TV seorang yeoja memakai masker dengan baju serba biru yang tebal sedang memasuki suatu studio untuk melihat orang yang dicintainya semenjak dulu dari dekat.

Dia selalu menantikan hari ini. Seorang namja melambaikan tangannya. Namja itu juga sama sepertinya berpakaian tebal dan wajahnya tertup aksesoris yang di gunakannya seperti slayer dan kaca mata hitam.

“Oppa?? Jun…??” Sebelum selesai menyebutkan nama namja itu. Tangan kurus namja itu segera membekap mulut yeoja itu.

“Ssssssttt~ Jangan bertingkah bodoh disini. Ini kotak yang kau pesan. Apa kau yakin tak ingin menemuinya??” yeoja itu menggeleng lemah. Menduk satu-satunya cara untuk menyembunyikan semburat kesedihan di wajahnya. “Aku.. Aku tak mau oppa”

“Baiklah kalau begitu. Apa yang akan kau lakukan pada kotak itu??” Yeoja itu perlahan mengeluarkan setangkai bunga berwarna cantik dari saku jaket musim dinginnya. “Nanti ini akan kuberikan pada managermu oppa” Namja itu mengangguk. “Arraseo tapi kali ini biarkan aku saja yang memberikannya. Aku bisa saja berkilah ini dari pihak televisi” “Ne terserahmu saja oppa. Tapi tolong pastikan benda ini sampai pada orang yang tepat” Namja itu tersenyum dibalik slayernya dan mengacak pelan rambut yeoja di depannya.

“Kau pikir chip memory otakku rusak hah?” Yeoja di depannya juga ikut tersenyum d balik maskernya. “Nah kau sudah ada kemajuan ya. Bisa tersenyum Sudah dulu ya. Mana kotaknya???”

Yeoja itu menyerahkan kotaknya. “Annyeong” namja itu berlari kecil menuju ruangan para artis.

Yuki POV

Aku berdiri diantara para penggemar yang lainnya mataku menatapnya dengan lekat. Teriakan demi teriakan menggema di setiap sudut ruangan ini. Banyak banner yang menuliskan namamu tak membuatku sedih. Kini kau sudah menemukan banyak cinta.

Tak sadarkah kalau kekuatan yang kalian inginkan itu bukan berasal dari sorakan mereka tetapi rasa cinta yang mereka berikan pada kalian. Hah~ Kapan Bang Youngguk oppa dapat menyadarinya?? Atau mungkin kini dia sudah menyadarinya hanya saja dia tak mau mengakuinya. Dasar namja egois yang tak punya perasaan…

Aku melihat solo dance dari Jongup oppa. Mata kami sempat bertemu dia terus memandangiku. Apa dia menganaliku?? Aku sudah melakukan penyamaran ekstra agar dia tak mengenaliku. Ku rasa dia hanya merasa pernah melihatku.

Dentuman musik berhenti mataku menatap matanya kembali. Dia turun panggung dengan masih memandangiku. Aku menundukkan kepalaku dan melangkahkan kakiku keluar dari studio ini.

******

Jongup POV

Kakiku membeku ingin rasanya aku berlari dan memeluknya. Apa aku tengah berhalusinasi??? Tatapan yeoja itu sangat mirip dengan tatapan milik Yuki-ku. Mungkinkah dia benar-benar berada disini dan mungkinkah dia belum mati?? Aku mondar-mandir diantara para kru yang tengah simpang siur.

Himchan hyung menegurku. “Jongup-ah apa yang terjadi padamu?? Kenapa kau begitu gelisah??” Aku berubah kikuk dan melakukan gerakan berputar milikku. Himchan hyung menggeleng dan akhirnya meninggalkanku entah kemana.

Aku berpikir keras dan akhirnya kaki ini tak dapat kutahan lagi. Aku berlari kencang keluar studio dan aku melihat yeoja itu lagi. Dia Kim Yuki. Itu benar-benar dia.

“KIM YUKI” aku berteriak keras memanggil namanya. Yuki menengok ke arahku. Wajahnya nampak menunjukkan kebingungan yang bercampur dengan rasa…… Takut?? Dia berlari meninggalkanku. Sebelum ku coba untuk mengejarnya segerombolan fans mendatangiku.

Sebuah tangan kurus menarikku dari gerombolan mereka setelah sudah sampai di ruang artis namja itu membuka penyamarannya. Ternyata dia Zelo. “Hyung gwechanayo??” tanyanya cemas. Dengan nafas yang masih tersengal dan berbagai pikiran berkecamuk akupun menjawab pertanyaan Zelo. “Nan gwechana. Geokjongma”

Malam Harinya….

DOK~ DOK~ DOK~

Ketukan demi ketukan yang sangat keras silih berganti terdengar di indera pendengaranku. “JONGUP-AH~ ZELO-YA~ BUKA PINTUNYA~ PALLI~” teriakkan demi teriakkan juga terdengar membuatku terbangun dari tidurku yang cukup tak nyenyak ini.

“NE HYUNG~” kubuka pintu dengan wajah yang masih sangat mengantuk dan berantakan tentunya. “JANGAN KAU MEMBUAT SUARA-SUARA ANEH DENGAN GIGIMU ITU” teriak Himchan hyung. “Benar kau mengganggu tidur kami. Kepalaku pusing mendengar suara gigimu itu”

Daehyun hyung menepuk-nepuk pundakku dan menempelkan jari telunjuknya di depan bibirnya tanda aku harus diam. “Ne hyung algesemnida” Setelah hyungdeul pergi aku kembali masuk kamarku. Aku duduk di ranjangku pikiranku melayang pada kejadian tadi siang yang terus berputar-putar di otakku membuatku stres hari ini.

“Hyung~ Jongup hyung~” Zelo memanggil namaku. Aku menoleh ke arahnya dan ternyata dia mengigau lagi. “Mianhaehyungakutausemuanya~” Dia merancau tak jelas.

“MWORAGO??” “Mianhae hyung aku telah mengetahui semuanya tapi…” Aku mengerenyitkan dahiku. “MWO?? Tapi apa??” “Aku tak bisa memberitahumu” Aku semakin masuk dalam percakapan aneh ini.

“Soal apa?? Aku memaafkanmu jika kau memberitahuku” Ku dekatkan diriku ke arah Zelo agar lebih jelas mendengar perkataannya. “Ini soal… Yu…. Fiuuhhhh” Sebelum terdengar lanjutan dari kata-katanya dia sudah keburu tidur lagi dan terdengar dengkuran halus dari mulut Zelo. Anak ini membuatku semakin stres saja.

Author POV

Di setiap penampilan Jongup berusaha semampunya untuk menutupi kepiluan yang dirasakannya meski di setiap penampilan bola matanya selalu menangkap sosok yang begitu ingin di peluknya. Jongup sebisa mungkin menahan hasratnya untuk turun dari panggung dan memeluk yeoja yang begitu di rindukannya itu.

Malam hari di sebuah tempat yang tak diketahui………..

Seorang namja tengah terduduk di sebuah kursi dengan memandangi sebuah sobekan foto. “Sudah merupakan hukuman bagiku untuk mencari pengganti tenaga disini tapi hal ini tak membuatku sedih meninggalkan mato. Ini semua kulakukan karena aku sedang mencarimu dongsaeng-ah.Kenapa sampai sekarang ku tak menemukanmu. Eomma maafkan aku karena aku belum bisa menemukannya” namja itu meneteskan matanya. “Mungkinkah kau sudah melupakan kami. Appa begitu jahat memisahkan kita. Kau tau eomma dan aku sangat menderita disana”

Yuki POV

Aku memakan ddobokiku bersama dengan Zelo oppa yang semenjak aku tinggal di Seoul menjadi sering mengunjungiku. Aku sedikit menyukai hidupku yang sekarang meskipun penuh dengan rasa sakit dan penderitaan tapi aku telah menemukan kebahagiaan dan mendapat kasih sayang sebagai dongsaeng yang cukup dari Zelo oppa.

“Yuki-ya apa yang kau ingat tentang masa kecilmu??” tanya Zelo oppa tiba-tiba saat dia telah menyelesaikan makannya. “Soal itu entah kenapa aku tak begitu mengingatnya oppa yang kuingat hanya sebagian kenangan tentang seorang matoki yang datang ke rumahku dan pernah merawatku saat appa tidak ada”

“Benarkah?? Menurutmu apa jenis kelaminnya??” Aku memutar bola mataku. “Aku rasa perempuan karena dia pernah mendandaniku mengucirku dengan cantik dan sebagainya” Zelo oppa mengangguk mengerti.

“Apa ada yang lain??” aku mengangguk. “Sebelum appa meninggal namaku Lee Cheonsa dan setelah appa meninggal dan aku diangkat anak oleh Kim ahjusshi namaku berubah menjadi Kim Yuki. Appaku seorang peneliti dan bekerja di sebuah perusahaan berbasis komputer tersohor di Jepang” Zelo oppa nampak tengah berpikir.

Zelo POV

Aku berpikir mengenai kata-kata Yuki. Jadi dugaanku benar mengenai ingatannya yang telah dihapus. Mungkinkah dia juga seorang matoki?? Dan siapa sebenarnya matoki yang ada dirumahnya itu?? Apakah dia eommanya??

Agar Yuki tak curiga lebih baik aku mengalihkan arah pembicaraan ini. Biar bagaimanapun dia bukan yeoja yang bodoh. “Baiklah kalau begitu. Apa kau sudah siap untuk bertemu dengan Jongup hyung??? Nampaknya kalian sering bertemu pandang saat di stage. Kau tau dia sudah terlalu frustasi karenamu”

Yuki menghela nafasnya panjang. “Molla oppa tiap kali aku melihatnya selalu ingatan dan ketakutan yang muncul. Semua ini kupasrahkan pada takdir” Sebenarnya kasihan juga melihat pasangan ini.

Aku akan mempertemukan mereka kalau begitu. Aku sudah tak tahan pada Jongup hyung yang stress dan menjadi pendiam saat malam menjelang. Mau bagaimana lagi akulah yang memulai aku juga yang harus menyelesaikan. Mungkin Jongup hyung dapat membantuku menemukan siapa Yuki itu???

“Baiklah Yuki-ya oppa kembali dulu ya. Ini sudah jam 7 malam. Beristirahatlah dan ini jadwal kegiatan kami. Semoga takdir memberikan kalian akhir yan bahagia” Yuki tersenyum lemah. Aku tahu dia bukan yeoja yang mudah meluapkan segalanya. Dia lebih suka memendam sendiri perasaannya daripada menunjukkannya pada orang lain termasuk aku.

Di dorm…

Dorm sepi entah kenapa belakangan ini para hyungdeul terkecuali Jongup hyung sering sekali keluar. Jika yang keluar itu Youngguk hyung itu dapat kupahami karena dia memang suka menghilang tenggelam dalam urusannya sendiri dan tak pernah menceritakan kesulitan yang dialaminya.

KKKKRRRREEEKK~

Kudengar sebuah dentuman musik pelan dari dalam kamar. “Hyung?? Apa kau tengah berlatih???” tanyaku pada Jongup hyung yang tengah meliukkan badannya sesuai dengan irama yang terdengar.

KLIK~

“Oh~ Zelo-ya wasseo??” tanyanya dengan nada datar. Aku benci suara datar ini. Mereka benar-benar cocok dulu, dapat saling melengkapi. Jongup hyung dengan sinar keceriaannya yang dapat mencairkan hati Yuki yang telah beku bagaikan es tapi kini yang kulihat sinar keceriaan itu telah hilang.

“Hyung~ Apa kau tengah mengingatnya???” Jongup hyung memalingkan wajahnya ke arahku. “Kau tau ya?? Apakah terlihat sangat jelas???” Aku mengangguk. “Begitu ya.. Mianhae..” Jongup hyung merebahkan badannya dan menghela nafasnya panjang.

“Kau tau nampaknya aku sudah gila sekarang. Kenapa aku seperti melihat Yuki di setiap stage kita???” Aku menatapnya nanar. Kubungkukan badanku berkali-kali. Kata-kata ‘Mianhamnida’ tak pernah berhenti terlontar dari mulutku.

“Sudahlah… Kau pernah mengatakan itu dalam igauanmu. Langsung saja pada intinya” raut wajahku berubah bingung. Atau jangan-jangan aku telah mengatakan segalanya ya?? Ah aniya..

“Sebenarnya Yuki…. Kim Yuki masih hidup hyung” aku mengatakannya dengan wajah penuh penyesalan. “MWORAGO??” Jongup hyung yang mulanya berbaring kini berubah duduk.

“Bagaimana bisa?? Dan sekarang dimana dia???” Tanya Jongup hyung bertubi-tubi. Aku dengan sabar dan detail menjelaskannya. Biarbagaimanapun aku ini seorang robot yang tidak akan pernah lupa dengan setiap detail kejadian yang kami alami.

Jongup POV

Zelo aku sangat berterima kasih padamu. Aku tak peduli bagaimana bentuknya kini dan bagaimanapun akhir dari cerita cinta kami. Yang kupedulikan sekarang hanyalah aku harus bertemu dengan Yuki dan mengakhiri penderitaan dari kisah cinta rahasia ini antara aku dan Yuki tak peduli jika aku harus mati terbunuh di tangan Youngguk hyung.

“Jadi begitu… Youngguk hyung benar-benar keterlaluan. Lantas kenapa dia lari saat aku mengejarnya saat itu??” tanyaku pada Zelo yang masih menunjukkan wajah menyesalnya. “Itu karena …..aku tidak tau hyung…. yang aku tau hanya dia belum siap bertemu denganmu. Dia lebih suka memantaumu melalui televisi dan melihatmu dari jauh daripada bertemu denganmu”

“apakah hingga sekarang dia masih tidak ingin bertemu denganku??” Zelo menggendikkan bahunya. “Tadi dia bilang dia memasrahkan semuanya pada takdir” aku mengangguk mengerti.

Akhirnya seberkas cahaya harapan menghampiri hidupku yang tengah di rundung awan kelam yang terlalu tebal. Malam ini nampaknya aku akan bisa tidur nyenyak.

Keesokan harinya…..

Hari ini aku bersiap-siap tentunya untuk melakukan goodbyestage kami. Semuanya dalam van ini nampak sedang sumringah dan merasa sangat senang kecuali Youngguk hyung yang berwajah serius.

Amudo mollae saranghae~

Handphone Youngguk hyung berdering. Nampaknya bukan panggilan dari bumi. “MWO?! Ye arraseo~” TIT

Semuanya memandangi Youngguk hyung. “Planet kita mengeluarkan perintah agar kita kembali ke mato secepatnya. Aku rasa mungkin beberapa bulan lagi kita baru dapat pulang ini semua karena pekerjaan kita dan aku akan mengumumkan satu hal”

“Sudahlah Youngguk hyung jangan terlalu berbelit-belit katakan secara langsung” protes Himchan hyung. “Setelah goodbye stage ini kita di beri waktu free selama 1 bulan penuh. Jadi gunakan sebaik mungkin”

YYYYYYYEEEEEYYYYYYYYY~ HOOOOAAAAAAAA~

Semua heboh dalam van. Tak terkecuali aku. Hari ini akan menjadi hari sempurna dalam hidupku juga hari-hari selama satu bulan kedepan. Yuki-ya nal gidaryeo~ *nyanyi ala endingnya crash😛

Yuki POV

Winter telah berlalu. Matahari bersinar cukup terik di musim ini. Aku menyukainya. Ini tandanya bunga-bungaku akan bermekaran dengan cantik musim ini.

“LEE CHEONSA” Deg~ nama itu… Kenapa ada yang memanggilku dengan nama itu?? Aku memalingkan badanku dan melihat seorang yang terlihat sangat tampan berlari kecil ke arahku. Terlalu tampan untuk berada disini.

“Kau kaget aku mengetahui nama aslimu Yuki-ya??? Kenapa kau memandangiku dengan tatapan seperti itu???” tanyanya. Kakiku spontan mundur.  Ingin rasanya aku memeluknya penuh dendam tapi… aku menyadari diriku yang sekarang hampir tidak ada seujung kuku jika dibandingkan dengannya.

Aku hampir saja berhasil kabur sebelum tangan-tangan kekar miliknya menarik tanganku dan membuatku terperangkap dalam pelukan hangatnya. Tak bisa kupungkiri aku menyukai hal ini…. Tapi…..

TES… TES….TES…

Bulir-bulir air mataku keluar membasahi lengan kekarnya. “Uljima~ Aku disini sekarang… Apa yang kau tunggu??? Aku senang kau masih bisa ada disisiku dan aku tak peduli apa wujudmu… Bagaimanapun keadaanmu aku tetap mencintaimu Cheonsa-ya … Nae Cheonsa”

Kata-kata lembutnya begitu indah terdengar di telingaku. Aku meronta dan berjalan pergi tapi dia tak tinggal diam dia kembali memelukku dari belakang. “Aku mohon biarkan begini dulu. Kenapa??? Kenapa kau seperti ini Yuki-ya?? Apa kau takut?? Tenang saja aku akan melindungimu kali ini.. Aku tak akan membiarkan Youngguk hyung menyakitimu lagi”

“Bukan begitu oppa… Pergilah aku tak ingin kau melihatku….” Mulut ini bisa saja berbohong tapi hati ini tidak. Aku berusaha menahan semua hasrat untuk memeluknya membisikan kata ‘Saranghae’ padanya.

“Kenapa Yuki-ya?? Kenapa??” tanyanya dengan nada sedih. “Aku tak pantas untukmu oppa. Aku bukan seorang manusia lagi aku ini hanya sebuah robot sekarang” Air mata kembali menetes dari mata ini tanpa bisa kubendung.

Jongup POV

Jadi karena ini dia tak mau menemuiku?? Hanya karena keadaannya yang sekarang hanya karena dia seorang robot sekarang…

Aku memutar badannya. Yuki masih saja menunduk. “Tatap mataku Yuki-ya” kataku lembut dan tanganku menarik dagunya agar dia mendongak untuk menatapku.

“Percayalah padaku aku tetap mencintaimu meski kau bukanlah seorang manusia. Kalau perlu aku akan membunuh diriku sendiri dan meminta Zelo untuk menghidupkanku untuk menjadi seorang robot. Agar aku sama sepertimu. Agar aku dapat bersama denganmu. SARANGHAE LEE CHEONSA-YA”

Aku kembali memeluknya. Kudengar isakan demi isakan keluar dari mulutnya. Yuki bukan tipe orang yang mudah menangis. Dia yeoja yang kuat dan lebih suka memendam rasanya. Tapi karenaku…. Karenaku dia menangis…

Aku masuk ke dalam rumahnya. “Oppa~ Maafkan aku karena aku telah meragukanmu” Aku tersenyum menunjukkan sederet gigiku yang rapi padanya. “Gwechana Cheonsa-ya.. Mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan nama aslimu apakah boleh??” tanyaku dengan hati-hati. Dia mengangguk dan tersenyum.

Tunggu dia tersenyum. Jantungku serasa berhenti berdetak, bumi seakan berhenti berputar, begitu juga waktu seperti berhenti berjalan saat aku melihat senyumannya *author alay😛.

_TBC_

          Yak sekian untuk part ini semoga suka aja deh soalnya di tiap part konflik berusaha author selesaikan… Jadi enggak ada yang ngegalau lagi deh!!! Part 1 DONE ^^

8 responses

  1. part 2 part 2 part 2 *demo disamping bangku

    November 1, 2012 at 8:40 am

  2. Sing sabar yo… Paling bar TO lgi tk Post…😛

    November 1, 2012 at 11:13 am

    • yak le aku gak fokus ngerjakne TO tanggung jawab kon kekeke

      November 1, 2012 at 12:53 pm

  3. meskipun gak ngerti #yaeyalah gak baca dari awal
    tapi aku suka FF nya… wkwkwkwk ^^
    aku suka banget sama kata2nya, disusunnya rapih… #ngiri
    Jonguppppp….>.<

    April 7, 2013 at 1:20 pm

    • Makasih ud RCL… Ternyata Wpku ada yang baca ya … #Garuk2Kepala

      April 24, 2013 at 8:40 am

  4. Waw!Keren…
    Aku suka banget karakternya🙂 Entah kenapa..
    Keren Un…
    *ngacir ke part berikutnya

    June 15, 2013 at 11:36 am

    • Makasih loh saeng ^^

      Beneran suka enggak ada unsur nipu kan??

      Selamat membaca ke part selanjutnya ya😄

      June 15, 2013 at 11:40 am

      • Iya Un🙂
        Aku orangnya bersih kok/plak

        June 15, 2013 at 11:44 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s