secret room of an angel

ROBOTIC LOVE PART 2 (SEKUEL SECRET LOVE)

Tittle : Robotic Love Part 2

Author : Sung Jae Mi a.k.a devilygusiltapitakutamadosa
Lenghth : Chapter

Genre : Romance, Friendship, AU, fantasy

 Cast :
Kim Yuki/ Lee Cheonsa~ OC’s
Moon Jongup~ B.A.P

Choi Joonhong a.k.a Zelo~ B.A.P

Bang Youngguk~ B.A.P
Yang lain Find by Yourself🙂 ya…..

Rating : PG 13

Di part sebelumnya author udah buat penyelesaian konflik tanpa galau. Kali ini sepertinya enggak deh ya… JUST WARNING … FF ini penuh typo dengan alur cerita yang berantakan…. Tapi bagi yg udah baca harap tinggalin jejak ya… WOKKIIEE??? *eh Woke???

^^HAPPY READING^^

We are together now…

Time with you is precious to me..

I can’t forget our best moment..

Every second…Every minutes…And Every hours..

But I relly surprise about what is you in real

I don’t want you leave me again…😦

******

Jongup POV

“Aku ingin memakan soup wortel buatanmu, Cheonsa-ya” Cheonsa mengangguk mengerti dan menuju dapurnya untuk memasakan soup kesukaanku. Soup yang menjadi saksi pertemuan pertamaku dengannya, di Mokpo.

Tak butuh waktu yang terlalu lama, untuknya memasak. Mungkin karena dia terlalu ahli dalam membuat ini, dan porsi yang hanya untuk dua orang. Cheonsa datang dengan membawa sebuah nampan, berisi dua mangkuk soup.

Kami berbagi banyak cerita dan memutuskan untuk pergi ke taman bermain setelah ini. Benar-kan dugaanku, hari ini akan menjadi hari terbaik sepanjang hidupku.

Author POV

Kedua pasangan yang baru saja bertemu itu, bersenang-senang mencoba setiap wahana dengan perasaan suka cita. Tanpa mereka ketahui takdir berniat untuk mempertemukan mereka dengan tiga pasangan lain yang juga tengah berada di arena taman bermain itu. Mereka adalah……….

“WOOOOAAAAAAAAAAAAA~” “AAAAAAAAAAAAAKKKKHHHH”

Teriakan kedua namja tersebut, membuat hampir setiap orang di sekeliling mereka menengok. “Sssssstttt~ Dasar pabo kalian kenapa harus berteriak” seorang namja lagi, hanya bisa menunduk.

Setelah meminta maaf pada orang-orang disekitarnya, kedua namja itu mengikuti jejak namja pertama yang telah meninggalkan mereka terebih dahulu.

“Hyung kenapa kau berada disini???” tanya namja pertama “Kau juga Daehyun dan kau Youngjae apa yang kalian lakukan disini??” Mereka bertiga nampak kikuk. “AEhhhh… Aku sedang..” “Kami sedang berkencan. Bukankah begitu chagiya??” jawab Youngjae spontan dan tersenyum kearah yeoja yang nampak pintar di sampingnya.

“Kami juga hyung” akhirnya, Daehyun juga mengaku dia menunjukkan senyum kikuk pada yeoja cantik disampingnya. “Syukurlah… Kami juga sama” Himchan tersenyum ikhlas pada yeoja imut disampingnya.

“Kenapa kalian tadi berteriak???” tanya Youngjae pada Himchan dan Daehyun. “KARENA MEREKA” kedua telunjuk tangan mereka, menunjuk ke arah Jongup dan Yuki.

“Biar ku tebak, pasti karena kalian mengira kalau Yuki telah meninggal, bukan?” Daehyun dan Himchan mengangguk kompak. Sedangkan Jongup dan Yuki hanya bisa saling berpandangan dan tersenyum innocent pada ketiga namja didepan mereka.

“Cheonsa… ah maksudku Yuki tidak meninggal hyung dia hanya bersembunyi untuk sementara” jelas Jongup berbohong karena jika hyungnya tau mereka akan heboh dan mengundang banyak perhatian yang memungkinkan Youngguk datang ke tempat itu.

“Baiklah kalau begitu…. Lebih baik kita melakukan kencan bersama saja ya.. Bukannya lebih banyak lebih seru??” usul yeojachingu Youngjae. Mereka semua berteriak setuju. Dan memulai dating ramai-ramai di taman hiburan itu.

Di tempat lain…….

Mobil berwarna merah berhenti di depan sebuah rumah yang terletak di dekat pantai mokpo itu. Semilir angin yang berasal dari pantai, tak menghalangi namja itu untuk mengetuk pintu rumah itu.

“Permisi~ Permisi” teriaknya berkali-kali dengan suara ciri khasnya. Tak ada jawaban. “Sial~ lagi-lagi aku kehilangan jejak yeodongsaengku” katanya dan beranjak dari tempat itu.

Ponselnya berdering berkali-kali menandakan ada panggilan tak dihiraukannya hingga akhirnya dia merasa jengah

CCCKKKKIIIITTTT~

Namja itu menghentikan mobilnya mendadak dan mulai mengambil teleponnya dengan kasar.

******

Zelo POV

Setelah terbangun dan menyadari keempat hyungku tak pulang seharian aku memutuskan untuk menemui Yuki di rumahnya yang tentunya sekarang sedang bersama Jongup hyung.

TING~ TONG~

Setelah menekan bel keluarlah sosok yang kutunggu-tunggu. “Jongup hyung~ Annyeong~” Aku nyengir dan segera masuk ke dalam rumah Yuki.

“YUKI-YA~ APA YANG SEDANG KAU MASAK HAH??” tanyaku dengan penuh semangat. Sengaja kulakukan agar Jongup hyung cemburu. Sejujurnya aku senang sekali menjaili Jongup hyung tentunya disaat dia tengah tidak bad mood.

“Dia sedang memasak makanan spesial untukku” kata Jongup hyung ketus. “Hahahaha~ aku hanya bercanda hyung lagipula aku telah menganggap Yuki sebagai adikku. Tenang saja” wajah cemberut Jongup hyung berubah menjadi wajah cerah. Kali ini wajah cerah yang sebenar-benarnya dan khas miliknya.

Yuki juga telah kembali seperti semula. Sosok sedingin es dengan sejuta perhatian miliknya. Dan aku berdiri diantara mereka dengan perasaan suka cita. Kami makan dalam suasana hangat dengan obrolan-obrolan antara aku dan Jongup hyung.

Malam harinya……

Aku dan Jongup hyung duduk saling berhadapan. “Hyung apa kau punya bukti yang lain mengenai apa sebenarnya Yuki itu??”

Jongup mengeluarkan sebuah foto. Foto yang terlihat sangat lama dan warnanyapun terlihat telah menguning. “TADA~ Foto ini kutemukan dalam sebuah kardus di rumah Cheonsa yang berada di Mokpo” katanya saat menunjukkan foto miliknya.

“Jongup hyung… Jongup Hyuuunggggg…. JONGUP HYUNG~” Jongup hyung menempelkan telunjuknya di depan mulutnya. “Ini tidak mungkin… Bagaimana ini mungkin???” aku terus bertanya tanpa memberikan alasan kenapa aku berkata seperti ini.

“Langsunglah pada pointnya aku tak mengerti” Mataku membesar dan tanganku kukepalkan erat di depan dadaku. “Jangan berteriak ya hyung… Aku rasa Yuki ada hubungannya dengan keluarga Youngguk hyung” mata Jongup hyung juga ikut membesar dan mulutnya bersiap untuk berteriak tapi lucunya yang keluar malah bisikan “Mwo?!”.

“Jalan satu-satunya kita harus bekerja sama dengan Himchan hyung. Bukannya dia tidur sekamar dengan Youngguk hyung???”

“Kau benar hyung. Besok aku akan menanyakan mengenai foto lama ini pada Youngjae hyung” Jongup hyung mengangguk mantap dan naik ke tempat tidurnya.

******

Jongup POV

Aku berbisik tepat di telinga Himchan hyung. “Hyung siapa yeoja yang mengikuti Youngguk hyung itu???” bisikku lirih. Himchan hyung menoleh ke arahku.

Dia yeoja yang berasal dari planet kita. Dia dikirim untuk memastikan kita kembali ke matto secepatnya” kata Himchan hyung dengan wajah datar.

Sial jadi kami akan segera meninggalkan bumi?? Aiiisssshhh~ Aku harus cepat membutikan siapa Cheonsa sebenarnya. Ku rasa ini semua akan terasa rumit karena Kim ahjusshi yang nampaknya mengetahui segalanya telah meninggal dunia.

“Hyung.. Himchanie hyung” Aku memulai pembicaraan serius pada Himchan hyung setelah Youngguk hyung dan yeoja dari mato itu pergi.

“Waeyo?? Kau taukan kalau aku mempunyai yeojachingu dan kau juga begitu. Tapi yeojaku kini bukan orang yang dapat dengan mudah terbunuh sedangkan yeojamu…..” Himchan hyung menghentikan aktivitas membaca korannya.

“Langsung pada tujuanmu saja” kata Himchan hyung yang mulai cemas. Aku yakin dia pasti takut kalau-kalau aku melaporkan hubungannya dengan yeochinnya.

“Bisakah hyung mencarikanku foto atau apapun yang terlihat lama milik Youngguk hyung??” Himchan hyung langsung mengangguk tanpa menolak dan sebagainya. Haha rencanaku berjalan mulus……

Malam harinya di kamar Himchan dan Youngguk…..

Himchan POV

Aku membuka mataku. Teringat akan pesan Jongup tentang mengambil foto atau sesuatu yang tak jelas untuk apa itu. Kalau bukan untuk Namiku aku tak akan mau melakukan semua ini.

Dengan sangat hati-hati aku mencoba untuk menemukan foto usang yang diminta oleh Jongup. Ini merupakan hari keberuntunganku karena Youngguk nampaknya akan pulang dini hari lagi.

Akhirnya ku temukan juga barang yang mencurigakan ini. Hahaha~ Segera ku sembunyikan kotak aneh ini dalam sebuah kantong yang ada di kamar ini dan kusembunyikan di kolong tempat tidurku.

KKKKKKKRRRREEEKKKK~

Fiuhhh~ Tepat waktu…. “Himchanie apa yang sedang kau lakukan di dini hari seperti ini??” tanya Youngguk dengan tatapan menyidik miliknya. “Aku sedang mencari sesuatu. Kau sendiri kenapa baru pulang dini hari seperti ini?” tanyaku balik.

“Bukan urusanmu” katanya tegas dan segera merebahkan dirinya di kasur empuk miliknya. Beruntung aku sedikit bisa berakting jadi … Kalau masalah menyangkal itu keahlianku. Haha~

Zelo POV

Aku dan Jongup hyung duduk berhadapan dengan tatapan serius satu sama lain. Aku yakin Jongup hyung masih bertanya-tanya akan kebenaran berita yang kutebak itu.

“Jadi malam ini kita akan ke kamar Youngjae dan Daehyun hyung???” tanyaku dengan wajah memastikan. “Kerom.. Kajja” Jongup hyung beranjak dan secara hati-hati keluar dari kamar.

Di kamar Daehyun dan Youngjae….

“Hyung~ Ireonasoyo… Hyung~” Aku mengguncang-guncang tubuh Youngjae hyung. “Ehmm….” Dengan mata yang masih sangat ingin tertutup Youngjae hyung akhirnya bangun.

Youngjae hyung mengucek matanya dan dia kaget setelah melihat wajahku dan wajah Jongup hyung. “Apa yang kalian lakukan disini malam-malam???” Jongup hyung dan aku menunjukkan senyum innocent kami.

“Hyung kami hanya ingin meminta bantuan padamu tentang foto ini. Apa hyung bisa menerka dimana ini dan kira-kira siapa ahjumma di foto ini” Youngjae mengangguk-angguk. “Aku mengerti tapi kenapa kalian melakukan ini???” Jongup hyung menunjukkan foto yeojachingu Youngjae hyung yang telah ada di tangannya.

“Mau apa kalian?? Mencoba mengancamku hah?? Baiklah aku akan mencoba mencari tau” Youngjae hyung menarik foto yang ada di tanganku

Matanya membulat tak percaya. “Huaaahhh~ Lucu sekali namja kecil ini~” katanya lirih. “Tapi tunggu dulu bukankah ahjumma ini eommanya Youngguk hyung???” Ternyata benar dugaanku dan Jongup hyung. Ahjumma ini eommanya Youngguk hyung.

“Kenapa kalian bisa mendapatkan foto ini??? Darimana kalian mendapatkannya??” tanya Youngjae hyung penasaran. “Aku lupa hyung. Oh iya hyung apa kau pikir kalau tempat di foto yang ini adalah di planet kita??” tanganku menyodorkan fotoku yang lain.

“Oh.. Kau benar..Yeoja ini spertinya aku pernah melihatnya??” Youngjae hyung..Youngjae hyung… Aku pusing kalau lama-lama disini bisa-bisa hancur sudah rencanaku dan Jongup hyung.

“Sudah ya hyung ini sudah malam. Dan jangan lupa untuk tutup mulut jika kau tak ingin Yeojachinmu dibunuh oleh Youngguk hyung” Youngjae hyung kembali merebahkan dirnya dan menaikkan selimutnya.

Dengan tatapan meremehkan dia menjawab ancaman kami. “Arraseo” kemudian dia menutup matanya.

********

Jongup POV

Ku tatapi foto Cheonsa kecilku dengan seksama. “Kenapa dia bisa tersenyum sangat lebar saat disini?? Aku harus bisa mengembalikan ingatannya agar dia bisa tersenyum seperti ini kembali”

Aku memakai baju lengan pendek berwarna biru dan celana panjang berwarna senada. Ku temukan sepucuk surat dan sebuah kotak yang entah milik siapa di meja kamarku. Kubaca isi surat itu dan ternyata itu dari Himchan hyung dia berhasil menemukan kotak aneh ini. Kubuka perlahan dan menemukan potongan foto kunci dari semua teka-teki ini.

“Hyung oddiegayo??? Ke rumah Yukikah?? Aku juga ingin ke sana bisakah hyung menungguku sebentar” Aku mengangguk. Kulihat Zelo yang baru bangun dari tidurnya itu mengambil alat penyamaran dan dia sudah siap.

“Kau tidak mandi???” Dia menggeleng. “Aku sedang malas hyung lagipula kitakan sedang free buat apa mandi” Aku menepuk dahiku. “Dasar jorok. Lupakan… Soal mandi, saat kita sudah sampai disana kau harus melakukannya mau ataupun tidak mau” Dia mengisyaratkan ‘OK’ dengan jari-jarinya.

Di rumah Yuki……….

Aku menunjukkan potongan foto itu pada Zelo. Dia menyambungkannya dan kamipun sepakat untuk memberi tahu Cheonsa mengenai hal ini.

“Cheonsa-ya” kupanggil cheonsa dengan nada lembut yang khas. Dia mengengok dengan ekspresi datar. “Ehhmmm???? Mwoeyo??” tanyanya masih tanpa ekspresi.

Aku menghela nafasku dan mulai menceritakan mengenai hal yang kutemukan perihal siapa Cheonsa sebenarnya. Masih dengan ekspresi datar dia menundukkan kepalanya untuk beberapa saat dan mendongak. Cheonsa menghela nafas cukup panjang kali ini.

“Sudah kuduga beberapa dari kenanganku menghilang” katanya lirih. “Jadi kau sudah menyadarinya??? Sejak kapan??” tanyaku tak percaya. “Semenjak appa belum meninggal”

“Lalu?? Apa kau tak berani bertanya pada appamu???” Cheonsa menggeleng kuat. “Tentu saja tidak… Orang yang menghapus ingatanku adalah dia” mataku membelala kaget.

“Apa kau sedikit ingat sekarang” tanya Zelo mulai masuk dalam pembicaraan rumit ini. “Any.. Hanya saja aku sering bermimpi mengenai serpihan kenanganku dulu dan soal foto itu aku pernah memimpikannya. Itu terjadi saat aku masih sangat kecil. Aku bertemu dengan oppaku di tempat yang tidak terlalu jelas dan oppaku berwujud matoki sama seperti kalian”

“Jika mengenai itu semua manusia mempunyai wujud matoki hanya saja mereka tak tau cara mengubah wujud mereka” Cheonsa menggeleng cepat. “Aku yakin dia bukan seorang manusia. Dia…. Dia benar-benar terlihat seperti kalian memiliki masker berwarna seperti kalian… Hanya saja warna maskernya tak jelas dalam mimpiku itu” jelas Cheonsa panjang lebar  dengan pandangan mata kosong yang mengarah ke jendela.

“Bagaimana cara agar kau kembali mengingatnya?? Apa kau tau??” Cheonsa kembali menggeleng. “Aku tak mengetahuinya” “Baiklah kalau begitu hal yang dapat kita lakukan satu-satunya hanyalah pasrah dan memberitahukan semuanya pada Youngguk hyung” pasrah Zelo kemudian.

“Tapi bagaimana jika dia mengelak dan berbalik membunuh Cheonsa bukankah itu terlalu berbahaya?? Youngguk hyung belum mengetahui perihal Cheonsa yang masih hidup” Cheonsa kembali menghela nafasnya. “Sudahlah aku tak membutuhkan oppa sepertinya. Hanya dengan kalian disisiku aku sudah merasakan kebahagiaan yang cukup kebahagiaan sebagai yeodongsaeng dan yeojachingu” Matanya menerawang jauh ke luar jendela.

“Arreo.. Nae Cheonsa-ya hajiman… Biarbagaimanapun dia oppa kandungmu. Tidakkah kau senang bertemu dengan keluargamu?? Kau tidak sendiri”

Dia menatap mataku dalam. “Bukan maksudku tak mempercayai kalian tetapi pada kenyataannya 2 hal dapat terjadi di setiap pemikiran Salah atau Benar dan kupikir pendapat kalian belum tentu benar,,, Aku akan menunggu hingga ingatanku benar-benar pulih”

Aku hanya bisa mengangguk jika dia sudah mengatakan hal seperti ini. Cheonsa begitu dewasa melebihi aku dalam hal apapun.

Hajima~ Hajima~ No..No…No.. No mercy~

Ponsel Zelo dan milikku berdering bersamaan, menghasilkan nada yang aneh tetapi lirik yang tersambung. ‘Stop it~ No Mercy’

“yeoboseyo” jawabku dan beranjak dari tempatku duduk.

“Jongupie… Neo oddiega?? DOR~ DOR~” terdengar suara-suara tembakan dari telepon.

“Hyung apa yang terjadi???”

“Tak ada waktu untuk menjelaskan dan cepat kemaaarriiii” Youngjae hyung berteriak keras sebelum dia memutus teleponnya.

Aku bertemu pandang dengan Zelo dan kami mengangguk. Ku tatap mata Cheonsa penuh arti. Ku tarik tangannya ku genggam dengan erat sebelum kubisikan kata ‘Saranghae’ di telinganya. “Oppa jika kalian dalam masalah katakan padaku dan aku akan membantu kalian” Aku mengacungkan jempolku ke atas.

Zelo POV

Aku kembali ke dorm atau lebih tepatnya rumah kami. Semuanya hancur hanya tersisa puing-puingnya saja. “HYUNG-DEUL~ NEO ODDIEGA??? HYUNG~” teriak Jongup hyung.

BBBBRRRRAAAAKKKK~

Satu puing lagi ambruk. Hyung-hyungku muncul satu per satu dengan wajah kumal dan badan mereka dipenuhi luka. Daehyun hyung terlihat meringis kesakitan karena kaki kanannya terluka parah.

“Hyung~ Gwechanayo??? Apa yang terjadi pada rumah kita hyung???” tanyaku pada mereka. “Sudah kuduga ini semua akan terjadi” jawab Youngjae hyung. “Pemerintah mato mengeluarkan kebijakan agar kita pulang, tetapi kita malah melanggarnya dan inilah akibatnya” jawab Himchan hyung.

“Tunggu sebentar… Kenapa hyungdeul hanya bertiga kemana Youngguk hyung??” Youngjae hyung tersenyum meremehkan dan berujar “Namja egois itu sangat beruntung sedang tak ada di rumah” Aku mengangguk.

“Lantas kita akan tinggal dimana Akkhhhh~ Kakiku sakit sekali” Daehyun hyung tiba-tiba ambruk. “HYUNG~” teriakku dan langsung membantunya berdiri. “Sebaiknya kita cepat. Kaki Daehyun benar-benar sudah sangat parah” Aku menatap mata Jongup hyung dan dia mengisyaratkan kesetujuannya dengan anggukan.

Kami memacu mobil sport kami masing-masing menuju rumah Yuki terkecuali aku tentunya kini aku sedang mengendarai mobil Daehyun hyung karena diantara kami semua hanya aku yang tak mendapat jatah mobil dari Mato -_-“.

CKKKKIIITTT~

Cheonsa/Yuki POV

Rumah Yuki….

Aku menunggu kabar dari Jongup oppa dan juga Zelo oppa. Nampaknya mereka tengah dalam kesusahan. Kakiku tak bisa berhenti mondar mandir dan hatiku berharap-harap cemas.

TOK~ TOK~ TOK~

Ketukan~ Aku berlari keluar dan membukakan pintu. Benar dugaanku empat mobil sport terpakir tak teratur di depan rumahku.

“Yuki-ya palli~” teriak Zelo oppa yang tengan memapah Daehyun oppa. Mataku mencoba menangkap sesuatu apa yang membuat Daehyun oppa dipapah. Dan aku menemukannya.

Zelo oppa menidurkan Daehyun oppa di kamar yang biasa digunakan Zelo oppa atau Jongup oppa untuk bermalam.

Dengan cekatan tanganku mengobati luka yang menganga di kaki Daehyun oppa. Teriakan demi teriakan terlontar dari mulut Daehyun oppa. Sudut matanya mengalirkan setitik air mata.

Kuperban dengan ketat agar darah tak mengucur kembali dari luka itu. Daehyun oppa sedikit bernafas lega mungkin dia merasakan sedikit perubahan setelah kuobati. Dan aku bersyukur akan hal itu

Dengan berbaring Daehyun oppa bertanya pada Youngjae oppa. “Lalu apa rencanamu setelah ini, Youngjae-ya??” Youngjae oppa nampak berpikir dia mengambil kertas kemudian menggambar sesuatu disana. Mungkin ini sebuah rencana pikirku.

Jongup POV

Kami kembali ke rumah kami. Untung Cheonsa membawa beberapa penemuan appanya berupa senjata dan sebagainya dari labnya. Dia hanya berkata ‘Aku membawanya karena aku berpikir ini akan berguna kelak dan perkiraannya itu benar’

Kami semua siap di tempat kami masing-masing.Tanpa perasaan gentar sekalipun kaki ini bertahan, berdiri tegak tepat diposisi yang telah dirancang oleh Youngjae hyung.

DOOORRRR~ DDDOOORRR~

Terdengar suara tembakan yang terdengar pertanda pasukan dari planet kami telah sampai. Aku rasa mereka bukannya ingin memaksa kami pulang melainkan membunuh kami. Tak kumengerti apa yang ada di balik semua ini dan alasan mereka memberikan perintah untuk membunuh kami.

Kini giliranku banyak sekali pasukannya dan sialnya orang bumi tak dapat melihat pertempuran ini. Mereka tak dapat melihat kami. Gas macam apa yang dilemparkan oleh mereka sehingga membuat kami tak terlihat.

Ku tarik berkali-kali pelatuk senapanku hingga membentuk suara khas tembakan yang membahana. Ku isi pelurunya jika kurasa sudah menipis. Seperti dalam game, jika semua level telah di lewati maka kami akan melawan Big Bos dan ini adalah saatnya.

Kami berempat berkumpul sehingga membentuk formasi. Bersiap untuk menarik pelatuk sanapan kami. Akhirnya tiba juga Big Bos itu.

Sial sekali itu merupakan robot dengan ukuran manusia yang canggih. Dia dapat melemparkan peluru berbentuk bola besi.

BUGH~ BUGH~ BUGH~

Satu per satu dari kami terpental jauh. Kini hanya tinggal aku dan Zelo yang masih bertahan saat peluru itu mengenai perutku aku serasa di tarik oleh orang dan dilemparkan menjauh hingga badanku terpental ke tembok.

Pandanganku mengabur keplaku terasa begitu sakit. #Jongup pingsan

Yuki/Cheonsa POV

Ku berusaha menggempur robot ini bersama dengan Zelo oppa. Kami habis-habisa menggempur mereka saat para oppadeul termasuk Jongup oppa tengah pingsan.

BUGH~ BUGH~ BUGH~

Berkali-kali peluru itu mengenai perutku. Ku rasakan sakit perutku ini. Tak dapat tertoleransi. Badanku mulai mengeluarkan percikan-percikan kecil pertanda sistem dalam badanku sudah konsleting.

“YUKIII-YAAAAAAAA~ GEUMANHAE~” teriak Zelo oppa dengan keluar dari tempat persembunyiannya.

BUGH~

Salah satu peluru itu mengenai kepalaku. Membuat serpihan-serpihan ingatan dalam mimpi tentang masa kecilku kuingat dengan jelas… Semakin lama semakin jelas.

BBBRRUUUGGHH~

Aku tersungkur. Badanku terkelungkup di antara bunga-bungaku yang sudah hancur akibat semua ini. Mataku tak henti-hentinya meneteskan air mata.

‘SHA SHA-ya’

 

‘SARANGHAE NAE DONGSAENG’

 

‘APPA HAJIMA~ EOMMA~ EOMMA~ TOLONG AKU’

 

‘SHI SHI oppa~ SHI SHI oppa~ Appa andwe jebal~’

 

Robot itu berhenti bergerak saat Daehyun oppa keluar rumah dan menunjukkan bendera putih. Semuanya telah berakhir. Hidupku,, Perang ini,,, Dan oppadeul akan segera kembali ke mato.

Zelo oppa memegangiku dan menjerit-jerit memanggil namaku. “Yuki-ya Nae dongsaeng.. Bertahanlah~ Aku mohon demi Jongup hyung” untuk terakhir kalinya aku harus bisa menunjukkan senyumanku.

Mataku menangkap Jongup oppa yang tersadar dan berjalan terseok-seok kearahku. “Cheonsa-ya~ Jangan mati~ Jangan tinggalkan aku seperti ini. Aku mohon” Air mata dengan mudahnya mengalir deras dari pelupuk matanya.

Tanganku tergerak untuk mengusapnya. Kupersembahkan senyuman yang mungkin senyuman terakhirku untuknya. “Oppa~ Uljima~ Saranghaeyo~ Uljima dan kau akan baik-baik saja tanpaku. Kau tak boleh menangis”

Tanganku di remasnya erat. “Andwe~ Andwe~ Jangan bicara seperti itu Cheonsa-ya kau akan hidup dan kita akan bersama selamanya.. Aku mohon bertahanlah” Jongup oppa menarikku dalam pelukannya.

“Oppa~ Aku mengingatnya semua kenangan masa kecilku. Kenangan bahagia bersama keluargaku meski hanya sebentar. Oppa tolong jaga Youngguk oppa untukku”

Author POV

CEKKIIIIZZZ~

Robot itu membuka topengnya. Ternyata yang berada dalam robot itu tak lain adalah Youngguk sendiri. Dia telah mengetahui kalau semua dongsaengnya berkhianat dan dia melakukan semua ini untuk memberi pelajaran pada dongsaengnya. Dia memanfaatkan kebijakan mato.

“Y…YOUNGGUK HYUNG?!~” teriak mereka serempak. Yuki hanya bisa tersenyum lemah. “Sudah hentikan!!! Akan kuakhiri adegan melankolis ini dalam 3 detik”

          “1~”

 

          “2~”

 

          “3~”

“AAANNNDDDWWEEEE~”

DDDDDDOOOORRRR~

Jeritan tangis tak dapat dihindari. Peluru yang di tembakan Youngguk tepat mengenai bagian vital penggerak Yuki yang dapat membuat Yuki akan rusak selamanya tak akan bisa dihindari.

Menjelang detik-detik kematiannya Yuki sempat mengatakan sederet kalimat. “SHI SHI oppa~ Jongup oppa~ Saranghae dan untuk Jongup oppa tolong jangan sakiti Youngguk oppa semarah apapun kau padanya” Perlahan mata indah milik Yuki tertutup.

Youngguk yang mulai menyadari, siapa yang telah di tembaknya itu seketika terduduk dengan kaki tertekuk ke belakang.

“AAAAAARRRRRGGGGGGHHHHH~” jerit mereka bersamaan. Youngguk berdiri dan perlahan mendekati jasad Yuki.

“Dongsaeng-ya~ SHASHA-ya~ Jebal ireonaseoyo~ Maafkan oppa~ Oppa mohon, bangunlah… Beri oppa kesempatan satu kali lagi” Youngguk tak henti-hentinya mengguncang-guncang tubuh mungil Yuki, yang sudah tak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Kau keterlaluan hyung, kau bukan hanya melukai kami tapi kau bahkan tega membunuh dongsaengmu sendiri. Tak cukup sekali, bahkan hingga 2 kali tak sadarkah kau sudah seperti Iblis??? Tak mempunyai hati” Komentar Jongup.

“Mianhae~ Mianhae~” sesal Youngguk. “Hyung~ Kau benar-benar keterlaluan kami kecewa padamu” tambah Zelo. Zelo kemudian berdiri dan membantu Jongup untuk menggendong jasad Yuki menuju rumahnya. Disusul dengan Youngjae, Daehyun dan Himchan yang telah terluka parah.

Youngguk kembali berlutut di tempatnya. Jauh dalam lubuk hatinya dia menangis. “Eomma Mianhaeyo”

_TBC_

 

Duh beneran deh ngetknya enggak nyadar.. Gantung enggak terhindarkan di part ini. Sedih lagi deh para readers.. Mianhae aja ya -_-v… Author gagal menyeesaikan konflik tanpa galau pada part ini…. WAIT FOR THE NEXT PART OKAY???  

4 responses

  1. “Sudah hentikan!!! Akan kuakhiri adegan melankolis ini dalam 3 detik” -> ani ani ani ani ani ani ani ani ani ani *nyanyi lagu donnie connie*
    ish ngerti ya aku moco ning hp gregetan guling-guling gak jelas ning matras
    untung ae gak jerit-jerit masalah pas enek adikku gek omah malang jik kosong oblong
    lek ngmong sithik nggema
    bocah iso ra mlebu tho mau kie 4 jam pelajaran kosong ra enek kowe pisan ingah ingih aku endinge badmood

    November 16, 2012 at 5:40 am

    • Gk nyangka ff-ku iso brdmpk koyok ngono…
      Soal gk mlebu Peace..
      Wetengku loro mbong nyapo ked ndek wingi …
      #NgakakMbayangneUeIngahIngih wkwkwkwkwkwkwwk~ *KAAAABBBUUUURRRR

      November 16, 2012 at 6:31 am

  2. Tidak!!!Mengapa Cheonsa a.k.a Yuki mati? wahhh
    Yong Guk Oppa mengapa kau begitu? Diakan adikmu…#plak
    Oke Un🙂 Sekarang aku mau menuju ke part berikutnya🙂

    June 15, 2013 at 11:56 am

    • Aduh baca kamu cepet bener ??
      Suka deh baca komen kamu ^^

      June 15, 2013 at 12:09 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s