secret room of an angel

ROBOTIC LOVE Part 3 END (SEKUEL SECRET LOVE)

Tittle : Robotic Love Part 3 END

Author : Sung Jae Mi a.k.a devilygusiltapitakutamadosa
Lenghth : Chapter

Genre : Romance, Friendship, AU, fantasy

 Cast :
Kim Yuki/ Lee Cheonsa~ OC’s
Moon Jongup~ B.A.P

Choi Joonhong a.k.a Zelo~ B.A.P

Bang Youngguk~ B.A.P
Yang lain Find by Yourself🙂 ya…..

Rating : PG 13

Ending~ Ending~ Ending~ Hahahahaha~ Akhirnya bisa ending juga…. Gak galau lagi deh para readers … Semoga suka aja dan bagi yang udah baca jangan lupa tinggalin jejak ya… ^^

NB: Ff ini ceritanya GaJe dan banyak Typo….

^^HAPPY READING^^

You leave me now..

My heart very sick without you…

Watching you every day with tears,

Don’t make me can forget you..

Trust me I will make you don’t leave me….

I LOVE YOU FOREVER

Jongup POV

Tak bisa kubayangkan kami harus meninggalkan bumi. Planet dengan sejuta cinta nan mempesona ini. Dengan berat hati kami pergi.Tetapi tidak, dengan hati kami dan separuh jiwa kami yang kami titipkan di bumi. Termasuk kenangan-kenangan manis maupun pahit bersama Cheonsa. Pikiranku melayang dimana saat-saat itu terjadi.

FLASHBACK ON~

          “YA~ Andwe.. Andwee” kami saling menyiramkan air. Saat itu keceriaan tampak jelas dari ekspresinya.

          “Dada mattoooooooo~~~”

          Aku terkikik di balik semak-semak.Kali ini dia menunjukkan wajah bngungnya karena mencariku. Padahal aku hanya menunduk diantara semak-semak yang ada tepat di belakangnya. Aku senang dapat membuatnya kembali berekspresi.

FLASHBACK OFF~

Termenung diantara waktu-waktu senggangku di planet mato ini. Memikirkan berjuta-juta alasan kenapa aku menyukainya. Tersenyum seperti orang gila di dalam kamarku dengan sebab yang hanya aku yang tau.

FLASHBACK ON~

          “Lee Cheonsa” Cheonsa memandangku sejenak. Berhenti dari aktivitas makannya yang sempat terganggu akibat ulahku. “Cheonsa~ Saranghaeyo”

 Uhuk~ Uhuk~ 

          “Tersedak eh?? Ini minum dulu” Cheonsa kembali tak melanjutkan kegiatan makannya dan lagi-lagi itu karena aku. “Kenapa tiap kita makan kau selalu saja mengatakan Saranghae??”

          Senyum inncocentku telah terpasang sempurna. “Itu karena aku benar-benar menyukaimu dan berharap aku dapat menjadi namjachingumu” jawabku jujur. “Berikan alasan kenapa kau menyukaiku”

          Otakku sedikit berpikir. “Karena kau yeoja es dengan seribu perhatian dan kejutan” Matanya membelalak. Aku rasa jawabanku telah menyentuh hatinya.

FLASHBACK OFF~

******

Youngguk POV

Oppa macam apa aku ini?? Oppa macam apa?? Hanya pertanyaan itu yang kini memenuhi seluruh ruang dalam otakku. Anak macam apa aku ini?? Karena telah membuat eommaku menyalahkan dirina sendiri dan menangis.

Kenapa aku begitu bodoh? Sudah terlihat sangat jelas kalau Yuki memiliki wajah yang sangat mirip dengan eomma. Seorang yeodongsaeng yang sangat manis dahulu. Ceria hanya itu kata yang dapat menggambarkannya. Mungkinkah aku tak mengenalinya karena aura itu sudah tak terpancar lagi darinya?? Aku rasa begitu..

Aku mendesah lama sekali. Mengingat kejadian dimana Cheonsa dilahirkan.

FLASHBACK ON~

          “SHI SHI-ya~” panggil appa dengan suara berat khas miliknya. “Ye appa??” Senyum tak berhenti mengembang dari wajah appa. “Adikkmu telah lahir. Kajja~” di ruang persalinan mato bisa kulihat adik kecilku yang begitu manis tengah tertidur pulas di balik tabung kaca khusus untuk bayi.

          “Dia sangat lucu bukan??” appa nampak sangat senang memandangi adikku. “Eoh appa~ Pasti kalau dia sudah besar akan cantik ^^” Appa tertawa mendngar jawabnku. “Hahaha~ Tau apa kau soal cantik Shi Shi-ya??” Aku menyengir.

          “Saatnya memberi nama…Apa kau menamainya Shi Shi-ya??” Aku mengangguk tentu saja aku sangat senang. Ini merupakan suatu kehormatan bagi anak kecil sepertiku. “SHA SHA~ Dan nama buminya Lee Cheonsa. Otte appa??” Appa tersenyum dan mengacak rambutku sekilas. “Nama yang bagus Shi Shi-ya.. Kau begitu mirip denganku ^^”

FLASHBACK OFF~

Kini kedua senyum itu telah tak dapat ku lihat. Senyuman appa juga senyuman Cheonsa. Tak akan pernah kulihat setidaknya jika aku atk pernah berusaha. Meskipun masa-masa sulit itu telah berlalu beribu—ribu tahun lamanya tetapi tetap saja masih membekas dalam benakku.

FLASHBACK ON~

          “Yeobo apa kau yakin yang kau dengar itu benar” Appa mengatupkan rahangnya rapat-rapat dan mengangguk. Sorot mata milik appa tak seperti biasanya. Kehangatan dari sorot matanya telah tergantikan oleh api amarah yang menyala.

          “Lalu apa yang bisa kita lakukan??” tanya eomma panik. “Jalan satu-satunya aku dan Cheonsa harus pergi ke bumi dan tak akan kembali”

          Cheonsa menatap appa tak percaya. “Shirreo appa~ Aku ingin disini bersama eomma dan Shi Shi oppa~” Appa menarik tangan Cheonsa menjauh dari kami. “Mulai sekarang kau harus melupakan mereka Sha Sha. Kau harus ikut appa jika kau tak mau mati terbunuh disini”

          Memang benar kenyataan yang terlalu pahit menurutku. Aku baru emngetahui kalau appa adalah seorang manusia dan Sha Sha juga lebih dominan pada sosok manusianya sedangkan aku sebaliknya.

          Baru-baru ini pemerintah mato mengeluarkan kebijakan untuk menutup akses manusia masuk ke mato dan jika ada seorang manusa yang tinggal maka dia akan di bunuh atau dipenjara seumur hidupnya.

          Appa memutuskan untuk meninggalkan planet ini. Sebenarnya appa sudah sangat berjasa pada lanet ini. Dia menciptakan berbagai penemuan yang sampai sekarangpun masih digunakan. Nampaknya mata hatinya telah dibutakan oleh dendam. Pemerintah mato memang tak tau balas budi.

FLASHBACK OFF~

Tersenyum miris itulah yang kulakukan saat ini. Meskipun telah kukubur dalam masih ada bekasnya. Sakit memang jika dirasakan tetapi itu yang membuatku bisa berdiri hingga saat ini. Dulu, aku sangat ingin membuktikan bahwa aku makhluk stengah mato yang kalian hina bisa berdampak besar.

FLASHBACK ON~

          “Nak jangan keluar rumah.. Nanti kalau kau ditangkap makhluk setengah mato yang mengerikan itu bagaimana??” seorang ibu tengah menyeret anaknya masuk ke dalam rumah.

          Tak ada yang mau bermain denganku setelah mengetahui aku adalah seorang setengah mato. Banyak yang mengejekku karena aku setengah mato dan tak mempunyai ayah lagi.

          Begitu sesak dan ingin rasanya aku mengeluarkan semua beban ini. Semua ini terlalu berat untuk kujalani sebagai anak kecil yang masih membutuhkan teman permainan, anak kecil yang masih terlalu polos untuk disalahkan atas kesalahan yang tak di perbuatnya.

          Setiap malam eomma menangisi appa juga Cheonsa. Terkadang dia menyalahkan dirinya sendiri tak jarang juga membenturkan kepalanya ke tembok.  

FLASHBACK OFF~

Kenangan itulah yang membuatku ingin maju. Menunjukkan bahwa makhluk stengah mato tak mengerikan dan makhluk setengah mato bisa lebih baik daripada makhluk mato asli.

*******

Zelo POV

Dahulu hanya beberapa orang yang ku kenal. Bahkan hanya Youngguk hyung tetapi berkat Yuki aku merasakan sesuatu yang berbeda. Aku merasakan rasa bahagia menjaga seorang adik, suka duka merawat adik. Yuki telah menunjukkanku sisi lain menjadi seorang robot manusia.

Kupikir saat aku diciptakan hanya akan patuh dan hanya akan seerti itu. Menjadi seorang robot manusia yang kaku dan terlalu banyak bertanya. Tapi Yuki dan Jongup hyung, telah menunjukkan bahwa robot manusia juga bisa berekspresi, bisa tertawa, dan juga menangis karena kehilangan. Itulah alasan kenapa aku menganggap Jongup hung dan Yuki menjadi orang terpenting setelah Youngguk hyung.

Aku meyakini satu hal, bahwa cinta dapat mengalahkan amarah, seperti air yang dapat memadamkan api. Ku harap aku dapat kembali melakukan sesuatu untuk Yuki, Jongup hyung juga Youngguk hyung.

PPPLLLEETTTAAAAAAKKK~

Sebuah kaleng mendarat tepat di puncak kepalaku. Mataku menyipit mencoba mencari siapa yang membuang sampah sembarangan ini. “YA~ Kau yang disana apa kau yang mebuang sampah ini??” teriak ada seorang yeoja yang tengah sibuk menggambar itu.

“Eh~ Kena orang rupanya. Maafkan aku ya” katanya dengan menghampiriku. Seklias mataku mengangkap rancangan yang di gambarnya. “Apa kau tak apa-apa?? Aku kira lemparanku tak akan meleset pada sampah itu. Ini pasti karena kau lewat dan aku pikir tubuhmu itu terlalu tinggi” jelasnya panjang lebar.

Tetapi tetap saja tak dapat mengalihkanku dari rancangan yang dipegangnya. “Kenapa?” dia akhirnya sadar dan memandang rancangannya.

“Apa kau tertarik pada rancanganku?? Aku sedang merancang sebuah mesin canggih. Mesin yang bisa membawa kita ke masa lampau ataupun masa depan sebut saja dengan Mesin Waktu. Oh ya salam kenal namaku Nana senang bertemu denganmu” yeoja ini terlalu banyak bicara.

Tadi dia bilang apa?? Mesin waktu?? Mesin itu… Mesin yang dapat membuat Yuki kembali hidup.. Mesin yang menjadi jawaban atas semua pertanyaanku…

“Eh?? Kok malah melamun. Siapa namamu?? Kenapa aku baru melihatmu apa kau oang baru disini??” baru aku tinggal melamun beberapa detik saja dia sudah kembali berbicara -_-“.

“Ya aku orang baru.. Kenalkan namaku Toto mato.. Senang berkenalan denganmu. Kalau boleh berkata aku tertarik dengan mesin rancanganmu bolehkan aku membantu pembuatannya???” Yeoja itu mengangguk. “Tentu saja~ Kutunggu besok jam 11 di lab sebelah sana ya…” tangannya menunjukk ke arah sebuah bangunan berukuran medium.

“Ah baiklah terima kasih dan sampai jumpa besok” aku kembali melangkahkan kakiku. Akhirnya~ Aku menemukannya. Tapi, siapa yang seharusnya aku ajak ke sana diantara Youngguk atau Jongup hyung. Aku rasa Youngguk hyung dia sudah terlalu bersalah dalam kematiannya.

******

Youngguk POV

Ku tatap pilu sebuah etalase kaca berbentuk tabung di depanku. Ku pencet tombol pembukanya dan jatuhlah tubuh yeodongsaengku yang telah tak bernyawa ini ke dekapanku. “Maafkan oppa ya”

Seperti orang kalap aku langsung mengadakan penelitian. Meneliti tiap inchi mesin dalam tubuh Cheonsa. Tak makan dan tak tidur. Tanpa terasa siang telah berganti dengan malam dan hari juga telah berganti. BBRRUUKK~ Tubuhku lemas dan… air mata ini?? Kenapa masih saja menetes?? Kenapa tak bisa kuhentikan??

Sampai pada hari ke-3 aku mengurung diriku disini….

BBRRRAAAKKK~

“Hyung~ Hentikan semua ini” teriak Zelo. “Berhentilah menjadi seperti anak kecil yang cengeng” Kuusap air mataku.

Zelo mendekatiku. Aku lupa kalau dia punya kekuatan untuk merusak dan tak kusangka pintu labku telah dijebolnya.

“Hyung~ Tak ada kemungkinan hidup untuk Cheonsa saat ini tetapi jika kita bisa kembali ke masa lampau, ia akan kembali hidup hyung~” Mataku melebar. Dia benar kembali ke masa lalu adalah satu-satunya jalan agar Cheonsa dapat hidup kembali.

“Ada satu hal yang ingin kutanyakan padamu Zelo-ya”

“Apa itu hyung??”

“Bagaimana kau bisa mengenal Cheonsa dan begitu melindunginya???”

Zelo menghela nafasnya panjang. “Apa hyung masih ingat saat aku hampir dibunuh oleh Jungrin noona???” Aku mengangguk. “Dia yeoja yang menolongku, dia yang membuatku kembali hidup seperti ini” Mataku membelalak. Cheonsaku yang menolongnya.

“Bagaimana bisa???” Zelo tersenyum. “Semua bisa terjadi di tangan takdir hyung. Terkadang hal yang tampak sangat jelas dan nyata di depan kita dapat menjadi tertutup awan hitam dan menjadi samar karena takdir”

“Sekarang apa rencanamu Zelo-ya???” Zelo menyerahkan sebuah gulungan kertas. Setelah aku buka gulungan kertas itu ternyata isinya design mesin waktu. “Otte?? Benda itu aku dapatkan dari seorang yeoja yang tinggal beberapa blok dari sini. Mulai besok kita akan mengarjakannya bersama. Kau maukan hyung” Mungkin ini akan menjadi satu-satunya hal yang dapat aku lakukan dengan benar “EO~ Tentu saja aku mau” .

*********

Author POV

Berhari-hari tiga orang makhluk telah berkutat dengan peralatan dan mesin-mesin. Peluh mereka yang bercucuran tak dapat menghentikan tekad mereka yang bulat.

Tidur 2 jam per hari, istirahat makan, lalu kembali pada aktivitas mereka hanya itulah kegiatan yang mereka lakukan seharian. Kelihatan nampak menjenuhkan memenag tetapi bagi mereka ini bukan suatu kejenuhan tetapi suatu beban yang jika sudah terselesaikan maka mereka akan dapat tidur dengan nyenak dan beraktivitas normal kembali.

Dengan di dorongkan oleh tekad yang kuat dan semangat yang tak pernah berhenti membara di masing-masing diri mereka akhirnya pada hari ke-23 ini usaha mereka mebuahkan sebuah hasil yang manis.

Satu per satu dari mereka ambruk. “Fiiuuuhh~ Sangat lelah” Mata mereka menutup perlahan tetapi senyuman tak pernah berhenti mengembang dari wajah mereka. “Kita berhasil.. Kita berhasil… Besok kita akan dapat menemukan akhir dari semuanya” kata salah seorang dari mereka yaitu namja berpostur tubuh tinggi dan wajah yang kenakkan.

*************

Jongup POV

Malam ini entah kenapa aku merasakan sebuah kegelisahan. Berhari-hari kucoba untuk menenangkan diri. Menenangkan diri agar aku mendapat sebuah ide.

Hanya sebuah ide saja. Hanya itu… Ide itu akan sangat berarti untukku.

CKLEK~

Eomma memasuki kamarku. “Jongup-ah dua orang temanmu datang apa kau mau menemui mereka??” tanya beliau lembut. “Biarkan mereka masuk kemari eomma” Eomma tersenyum sekilas. “Jangan kurung dirimu terus menerus kau juga membutuhkan komunikasi dengan orang lain” aku mengangguk mendengar nasihat yang di berikan oleh eomma.

Tak lama berselang setelah eomma pergi. Youngguk hyung dan Zelo masuk ke dalam kamarku. “Hyung kami telah menemukan jalan keluar dari ini semua” Mataku membulat. Jantungku serasa berhenti bekerja selama beberapa detik karena terlalu senang.

“Benarkah?? Apa itu??”

“Mesin waktu Jongup-ah.. Besok kita akan pergi ke masa lalu jadi persiapkan dirimu. Hanya itu kabar dari kami semoga hal ini dapat membuat kita bisa berkumpul lagi”

Dengan sorot mata mantap aku mengangguk menjawab pernyataan yang terlantun dari mulut Youngguk hyung.

**********

Author POV

Semua telah berkumpul. Sekelompok namja yang bila di bumi disebut dengan B.A.P. Semuanya nampak antusias.

“Jadi kapan kita mulai hyung??” tanya Zelo

“Tak semua dari kita dapat masuk ke dalam” sahut Youngguk

“Benar hanya ada 3 orang yang dapat masuk” Zelo kembali berbicara

“Pilih dengan cepat” Jongup memberikan saran tetapi dengan nada memerintah

“MOON JONGUP, ZELO, dan YOO YOUNGJAE” teriak Youngguk

Sebelum masuk ketiga namja itu nampak berpandangan. Semua nampak siap kotak waktu itupun juga telah bersiap.

Dengan sangat pelan Jongup menarik tuas kotak waktu itu. Membuat mereka kembali ke masa-masa dimana Cheonsa belum meninggal dunia.

BBRRRUUKKK~

Kotak itu jatuh disebuah pekarangan yang tak jauh dari kediaman Yuki di Seoul. “Hyung? Kita sudah sampai.. Kaja keluar” Zelo berjalan mendahului hyungdeulnya. Mereka menganga ketika melihat Cheonsa sedang duduk termangu membaca sebuah buku di bangku taman.

Setetes kristal bening kebahagiaan jatuh menelusuri tiap lekuk sempurna wajah Jongup. “Kita berhasil~” ucapnya. “Tidak semudah itu hyung… Kita harus menghadapi seorang Bang Youngguk kau ingat.. Bang Youngguk yang masih dingin”

“Dan masih ada satu hal lagi kita hanya boleh bertemu dengan Cheonsa. Kita tak boleh di kenali oleh orang lain selain dia termasuk diri kita sendiri di waktu ini” Youngjae menambahkan.

Ketiga namja itu bergerak dengan sangat hati-hati. Mencoba lebih mendekat pada Cheonsa.

Jongup POV

HARI Ke-4

Ternyata selama ini Youngguk hyung telah membuntutiku. Aku memang sangat sering bertemu dengan Cheonsa di saat-saat ini tetapi yang benar saja. Kami bahkan tak pernah saling menyapa.

Kami hanay duduk bersama di sebuah ruangan dengan rentangan jarak yang terlalu jauh jadi itu bukan termasuk duduk bersama lagi.

HARI Ke-5

Di rumah Cheonsa…

“Kaja~ Kita harus bisa masuk rumah ini..” aku mengangguk.

Youngjae hyung berjalan paling depan. Satu per satu dari kami berhasil menyusup masuk. Seingatku hari ini aku akan datang ke rumah Cheonsa berarti aku harus cepat. Benar saja selang beberapa menit aku masuk. Diriku pada masa ini tengah memeluk Cheonsa dari belakang.

Betapa aku merindukkan momen ini. Ini merupakan momen paling mengharukan dalam hidupku. “Hey Jongup-ah apa kau ingat setelah ini apa yang kalian lakukann??” Aku mengangguk. “Aku pulang dan dia masuk ke dalam rumah”

“Dan esok adalah hari dimana Youngguk hyung membunuh Yuki” tambah Zelo. “Baguslah~ Siapkan mental kalian hari ini kita akan tidur di sini”

Author POV

HARI Ke-6 (Hari dibunuhnya Cheonsa)

Seorang namja tengah menyekap yeoja dalm gudang. Tanpa di sadari tiga orang namja sudah menunggunya di dalam gudang.

“HHYUUNNGG~” teriak salah satu diantara mereka.

“Kalian jangan mendekat.. Bagaimana bisa kalian ke mari” Kekagetan terpancar jelas dari raut wajah seorang Bang Youngguk.

Tak berlarut-larut dalam kekagetannya Younggukpun menembak kaki Jongup, begitu juga dengan Youngjae dan Zelo.

Tak benar-benar membunuh mereka karena Youngguk masih membutuhkan Jongup, Zelo dan Youngjae.

Teriakkan-teriakkan Cheonsa semakin menjadi-jadi ketika Youngguk mendekati Jongup dengan menodongkan pisaunya. “JANGAN SAKITI DIA~ AKU MOHON~ AKU MOHON~” teriak Cheonsa, air mata mengalir deras dari matanya.

“Jadi apa kau mencintai namja ini??” tanya Youngguk dengan nada meremehkan dan tatapan sinis. “Aku sangat mencintainya.. Aku mencintainya… Jadi bunuh saja aku jangan dia” Mata Jongup membesar.

Jika dahulu dia hanya mendengar pesan ini dari mulut Zelo kini dia mendengarnya sendiri. Kaki Youngguk menjauh dan mulai mendekat menuju Cheonsa.

Jongup berteriak “JANGAN HYUNG~ JANGAN” dengan keadaan darah yang masih terus mengalir dari kakinya Jongup mencoba mendekati Cheonsa.

DOORRR~

Youngguk kembali menarik pelatuknya. Kali ini peluru itu bersarang di bahu Jongup. “ANDWEEE~ OPPPA~ Bertahanlah” Cheonsa mencoba melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya.

“Sudahlah kini giliranmu~”

1….. 2….3……..

DDDOOOORRRRRR~

Peluru itu tepat mengenai sebuah perut. Entah perut siapa itu karena tak terliat dengan jelas. Hanya terdengar teriakkan seorang yeoja kala itu. Selang beberapa menit setelah peluru di tembakkan keadaan benar-benar sunyi.

Sebuah cahaya temaram mulai menyala. Ternyata yang menyalakan cahaya itu adalah Zelo. Setelah membuat Youngguk dari masa lampau pingsan dia mulai berjalan mendekat ke arah Cheonsa. Matanya terbelalak dan jantung berdegup dengan kencang ketika melihat tak ada noda darah di baju Cheonsa lantas siapa yang tertembak tadi?? jika Cheonsa hanya pingsan.

Langkah kaki yang terseok dan darah yang mengalir terus dari kakinya tak di pedulikannya saat ini.

Seseorang yang dipastikan bukan Jonguplah yang ternyata tertembak. Seseorang dengan baju serba hitam dan masker yang menutupi wajahnya. Zelo membuka masker orang itu..

‘BANG YOUNGGUK masa depan’ ucapnya lirih hampir tak terdengar. UHUK~ UHUK~ namja yang ternyata Bang Youngguk dari masa depan itu terbatuk mengeluarkan darah.

“Hyung~ Apa yang kau lakukan??” orang yang di tangisi Zelo itu hanya menunjukkan senyumannya. “Kenapa kau malah tersenyum di saat-saat seperti ini hyung??” “Zelo-ya sekarang aku tak merasa bersalah lagi. Aku telah melakukan hal yang benar. Bawa Cheonsa pergi dari sini.. Kembalilah ke masa kita yang seharusnya begitu juga dengan Jongup dan Youngjae.. Jangan pedulikan aku.. Cepat..”

Zelo menggeleng, bulir-bulir air mata mengalir deras dari matanya. “Andwe hyung bertahanlah. Aku akan kembali” Youngguk menggeleng “Tak ada waktu lagi cepat pergilah” Pegangan tangan Youngguk melemah dan matanya perlahan tertutup.

EPILOG

Lima orang namja dan seorang yeoja tengah berdiri di samping sebuah makam. Semua menunjukkan raut wajah sedih.

“Sudahlah Yuki-ya jangan terlalu sedih. Kaja~” Akhirnya mereka meninggalkan makam itu.

Di sebuah rumah sakit…

“YA~ Jangan terlalu banyak bergerak” teriak Himchan saat dia sampai di kamar itu. “hehehe Mian~ Aku bosan.. Kenapa kalian tak mengajakku ke pemakaman eommaku akukan juga ingin melihatnya”

“BANG YOUNGGUK~ BERHENTI BERGERAK ATAU KAU AKAN AKU BUNUH” teriak Himchan sekali lagi.. Dan kali ini lebih keras dari sebelumnya. Orang yang di teriakinya itu bukannya menurut malah menambah gerakannya.

Mereka tertawa ceria. Semuanya berada disana.. Youngguk, Jongup, Zelo, Himchan, Youngjae, Daehyun, dan Cheonsa. Semua bahagia meski eomma Cheonsa dan Youngguk telah meninggal.

Meskipun begitu Cheonsa sempat bertemu dan merawat eommanya. Kini mereka menetap di bumi karena mereka sudah jatuh cinta pada bumi sejak pandangan pertama.

CEKLEK~

Pintu kamar itu terbuka dan para yeojachingu dari mereka memasuki kamar itu. “CHAGIYA~” teriak mereka serempak. Semua mempunyai Yeojachingu tak terkecuali si magnae Zelo dia berpacaran dengan Nana… Masih ingat dia bukan??? Yeoja cerewet yang membuat design mesin waktu Hahaha… Kalau Youngguk dia berpacaran dengan yeoja manis yang membututinya untuk memastikannya sampai di mato…

Mereka pasangan yang serasi… Beginilah kehidupan mereka semua sekarang.. Penuhi dengan kebahagian dan keceriaan tak ada satu haripun yang mereka lewati tanpa senyuman ^^

~THE END~

Akhirnya selesai juga… Bagi para readers yang udah setiap baca ff nista ini maaf kalau endingnya gaje ya… Hahahhahahaha ^^ Nantikan ffku yang selanjutnya ya…. :D 

6 responses

  1. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    *tarik nafas*
    AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
    iso gak omong tho lek wis dipost 2 hari bung kelewat 2 hari bung sudah sangat lama
    sik aku arep ngomen kan ndi dhisik *mikir*
    bagian hari ke 6 aduh sumpah gregetan
    sampek gak tak woco kabeh mek sak klebatan
    tapi pas ngerti tulisan bang yong guk masa depan langsung balik moco sambil tak resapi hehe ^_^
    ngerti gak pas wis tulisan epilog wis arep mbrebes lho
    ditambah omong nisan aduh ameh mbrebes sambil nyanyi aing uaneh
    tapi .. tapi pas ngerti bang yong guk AAAAAAAAAAAA
    happy ending happy ending
    eh nana wie after school opo OCs ?
    hah enake wis bar nggonku soyo suwi soyo numpuk

    November 21, 2012 at 11:15 am

  2. Nana ne OC’s
    Hahahahahha~
    Emg sengaja tk gawe ngono wkwkwkwkwkwk~
    YES~
    Utangku wes lunas~😀

    November 22, 2012 at 11:19 pm

  3. Faradilla

    AAAAAAAAAAAAAA Bagus bgt ffnya, dan yg pas part yg di masa lalu yg yongguk di masa depannya ketembak aku suka. Eommanya Cheonsa sama Yongguk meninggalnya kenapa thor? Koq tiba” meninggal? Aku kira Yongguknya yang meninggal..

    April 27, 2013 at 6:46 pm

    • Waduh ada yg comment nih.. Muji lagi #Blush
      Thanks ya ud mampir dan mw comment ^^ #bow
      Eommanya Yongguk sakit keras sebelum ini tapi kan gk diceritain…
      Eommanya itu bertahan bwt bisa liat Yongguk sama adiknya bersama lagi… Yah gtu deh.. Demi keluarga pokoknya..
      Sukses deh trik jebakanku hahahahha…
      THANKS UDA COMMENT😄

      May 12, 2013 at 2:44 pm

  4. KERENNN!!!
    ENDINGNYA KEREN UN!

    June 15, 2013 at 12:06 pm

    • HHUUUAAA!!
      CAPS LOCKMU :’)

      Makasih loh udah mau baca ff nista ku ini …
      Pake bilang keren segala /nangis terharu/

      June 15, 2013 at 12:10 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s